class="wp-singular post-template-default single single-post postid-8682 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Hiburan / Travel

Minggu, 4 Juni 2017 - 19:52 WIB

Rakik-rakik, Tradisi Kemeriahan Malam Takbiran di Danau Maninjau

Liputankepri.com, KepriĀ  – Takbir berkumandang, bedug bertalu-talu, kembang api bersinar, obor menyala memeriahkan malam takbiran di Indonesia. Masyarakat Indonesia biasanya memeriahkan malam takbiran di daerahnya masing-masing. Setiap daerah punya tradisi menarik untuk memeriahkan malam takbiran.

Demikian juga dengan kampung HALAMANKU di Maninjau, Sumatera Barat. Daerah yang terletak disekeliling Danau Maninjau punya tradisi menarik sehingga menambah eloknya pesona Danau Maninjau.

Adalah rakik-rakik, sebuah tradisi malam takbiran yang telah berpuluh-puluh tahun diadakan setiap malam takbiran di Danau Maninjau. Konon, tradisi rakik-rakik telah ada sejak jaman Belanda yaitu belasan tahun sebelum kemerdakaan Indonesia. Menurut sejarahnya, dahulu kala saat malam Lailatul Qadr, bapak-bapak beri’tikaf di masjid, ibu-ibu beribadah dengan menyalakan obor di rumah, pemuda-pemuda bermain sampan di Danau. Kemudian muncullah ide untuk mengkombinasikan kebiasaan sampan, membuat rumah di atas sampan, dan membuat obor untuk penerangnya. Ide itulah yang kemudian menjadi rakik-rakik.

Mungkin ada yang roaming dengan kata rakik-rakik. Well, rakik-rakik merupakan Bahasa Minang dari rakit-rakit. So, arti rakik-rakik adalah merakit bambu dan menambah aksesoris lampu obor serta lampion. Dewasa ini, rakik-rakik dihiasi dengan telong (rakik-rakik kecil yang tergantung di samping rakik utama). Rakik-rakik dimeriahkan dengan badia batuang (semacam meriam bambu) untuk menambahkan keriuhan malam takbiran.

Suara badia batuang sangat keras sehingga malam yang sunyi bergema di selingkaran Danau Maninjau. Apalagi sekarang ditambah dengan kembang api. Rakik-rakik ini diiringi dengan atraksi tambua (tambur / rebana ukuran besar) dan lantunan takbir yang berkumandang. Kebayang donk meriahnya Danau Maninjau saat malam takbiran?

Rakik-rakik dibangun jauh hari sebelum malam takbiran. Bahkan, sebelum bulan Ramadhan. Dana yang dikeluarkan untuk membuat rakik-rakik lumayan besar yaitu 7-8 jutaan. Dananya diperoleh dari swadaya masyarakat dan donatur dari urang rantau.*(Rang Maninjau)*

Share :

Baca Juga

Karimun

Destinasi Wisata Air Terjun Pongkar di Hutan Pulau Karimun

Featured

Sambut Tahun Baru 2018, Satlantas Polres Karimun Berlakukan Car Free Night di Coastal Area

Gaya Hidup

Viral Pacaran Selama 6 Tahun Curhat Di Facebook Di Tinggal Nikah

Featured

Suara Tembakan Tandai Detik-detik Proklamasi HUT RI Ke-72 di Coastal Area

Hiburan

KEMAS Gelar Lomba Puisi “MERAJA KATA JILID IV “Se-kabupaten Kepulauan Meranti

Berita

Satgas TMMD Kodim 0317/TBK Nobar bersama warga Buru

Gaya Hidup

Muzdalifah Batal Nikah Karena Calon Suami Masih Beristri

Batam

Ardiwinata: Selama Bulan Puasa,THM Akan Kita Pantau
error: Content is protected !!