class="wp-singular post-template-default single single-post postid-26021 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Gaya Hidup / Tekno

Jumat, 26 Juli 2019 - 13:38 WIB

Terlalu sering update status di medsos,bisa jadi indikasi sakit jiwa social climber

Liputankepri.com – Selfie lalu update status di media sosial tak salah, tetapi bila terlalu sering bisa jadi indikasi sakit jiwa social climber lo.

Nongkrong asik di cafe langsung foto dan diunggah ke Instagram, padahal belinya pakai promo.

Punya barang baru, nonton film, jalan-jalan ke luar negeri, menginap di hotel, baru punya pasangan, atau hal kecil sekalipun dipamerkan ke media sosial bisa merupakan ciri lainnya dari social climber yang menurut para ahli merupakan benih dari sakit jiwa.

Duh, bahaya kan, bila tak segera dihentikan kebiasaan buruk tersebut.

Bukan cuman merugikan diri sendiri, hal ini juga bisa merugikan orang lain yang sebenarnya ketika bersama tak ingin dipamerkan di media sosial.

Yuk, simak indikasi lainnya jika seseorang terjerat fenomena social climber.

1. Update Terus

Update status terus, dorongan ingin pamer dan dilihat orang lain sangat tinggi.

Selain itu, juga terdorong untuk mengetahui kehidupan orang lain.

Selalu ingin diketahui dan mengetahui kegiataan orang lain adalah ciri mendasar social climber.

2. Bocor Mulut

Tidak bisa merahasikan orang penting dalam kehidupannya.

Demikian juga ingin mengetahui orang penting dalam kehidupan orang lain.

Sampai detail, ia dapat bercerita tentang orang penting di hidupnya atau mencari informasi tentang orang penting di hidup orang lain.

3. Terlalu Peduli Penampilan

Pakai baju bermerek, ingin terlihat kece maksimal.

Selain itu, juga hanya bergaul dengan mereka yang dapat memiliki penampilan serupa seperti dirinya.

Terlalu bangga akan penampilan dengan aksesoris ini dan itu dari brand ternama, sampai rela utang demi OOTD maksimal.

4. Friends with Benefits

Ketika kongkow, ia akan cepat mencari teman yang menguntungkan dirinya.

Ia memiliki trik jitu untuk dekat dengan orang baru, asalkan itu menguntungkan bahkan teman dekat kita pun dapat tiba-tiba menjadi sahabatnya.

Keuntungan, itu yang dicari oleh social climber.

5. Asas Manfaat

Koneksi atau prestasi orang lain pun dapat dijadikannya sebagai keuntungan diri sendiri.

Jejaring sosialnya selalu memikirkan asas manfaat.

Selalu memikirkan apa yang bisa didapatkan dari orang lain, tanpa berpikir memberikan sesuatu yang berarti bagi sesama.

6. Kurang Empati

Saking banyaknya teman yang ia kumpulkan untuk tujuan pribadi, ia pun jadi kurang memiliki empati terhadap mereka.

Tidak ada keintiman dalam pertemanan.

Persahabatan sejatinya tak ada, karena ia fokus pada diri sendiri.

7. Suka Ingkar Janji

Suka injar janji secara mendadak karena hal lain yang dirasa lebih menguntungkan.

Bahkan, bisa jadi batal ke pernikahan teman atau acara sosial hanya karena uang.

Benar-benar tak bisa diandalkan untuk urusan yang serius.

8. Suka Gosip

Gosip sana, gosip sini, ia sibuk membicarakan orang lain.

Menggunjing orang hanya untuk jabatan, uang, dan ambisi pribadi.

Duh, itu 8 indikasi sosial climber, semoga kita tidak seperti itu ya! ***

Share :

Baca Juga

Featured

Tahun 2018 Pemkab Karimun Menyulap Coastal Area Menjadi Kota Baru

Nasional

Bagian Kominfo Sekda Meranti Gelar Sosialisasi Layanan PPID Kabupaten Meranti Tahun 2019

Gaya Hidup

Celocia Garden, Taman Hiburan Wisata Berswafoto

Anambas

Dewi Kumalasari Ansar Lantik Ketua TP PKK Bintan, Anambas dan Lingga

Featured

BPOM Ungkap 43 Obat Tradisional Berbahan Kimia Obat Berbahaya

Olahraga

Dalam Waktu Terdekat PUBG Mobile Siap Luncurkan Peta Baru dan Zombie Mode

Berita

Bersama Patron, Kajari Karimun Serahkan Kunci Bedah Rumah Layak Huni

Tekno

Ingat!!Inilah Janji Allah di Dalam Janin Sebelum Di lahirkan
error: Content is protected !!