class="wp-singular post-template-default single single-post postid-247709 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita

Senin, 6 Maret 2023 - 21:38 WIB

Wagub Riau Kunjungi Pasar Ulul Albab, Jefry Noer: di Sini Dilarang Jual Miras

Kampar – Wakil Gubernur Riau Haji Edy Natar Nasution memgunjungi Pasar Syariah Ulul Albab di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat dan pedagang ditengah ancaman pelemahan ekonomi nasional dan global.

Edy Natar mengunjungi pasar padat pengunjung itu pada Minggu (5/3/2023) selepas melaksanakan Shalat Subuh berjamaah bersama dengan rombongan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah (GSSB).

Kehadiran Wagub Riau disambut oleh mantan Bupati Kampar 2 periode Jefri Noer selaku owner Pasar Syariah Ulul Albab dengan didampingi Jerry Varmata selaku Dewan Syariah di pasar itu.

Dalam tinjauannya, Edy Natar terlihat berinteraksi langsung dengan pengunjung dan pedagang, sekaligus berbelanja beberapa kebutuhan pokok serta membagikan hasil belanjanya kepada masyarakat.

“Saya ingin mendengarkan langsung apa keluhan dan kesulitan pedagang di Riau,” kata Edy Natar.

Salah seorang pedagang mengatakan adanya kendala saat ini terkait sulitnya pinjaman untuk modal pengembangan usaha.

Edy Natar mengungkap keluhan pedagang terkait dengan pinjaman modal usaha itu, pohaknya akan mencarikan solusinya lewat Bank Riau Kepri Syariah (BRKS).

“Pedagang kesulitan melakukan pinjaman, kedepan saya akan berkomunikasi dengan pihak BRKS terkait hal tersebut,” kata Edy.

Wagub juga mengatakan, Pasar Syariah Ulul Albab merupakan pasar tradisional yang bisa menjadi contoh untuk sejumlah daerah lainnya di Riau.

“Saya berharap ada banyak pasar syariah di Riau,” demikian Edy Natar.

Pada kesempatan sama, Jefry Noer menjelaskan bahwa Pasar Syariah Ulul Albab memiliki 5 pilar yang menjadi acuan terlaksananya program syariah.

“Pertama pedagang tidak boleh menggunakan uang rentenir, kedua timbangan tidak boleh curang, ketiga tidak boleh menjual minuman keras atau barang haram, keempat pasar harus bersih untuk itu setiap harinya pasar dibersihkan dengan baik,” katanya.

Kemudian yang kelima, demikian Jefry, untuk pedagang laki-laki apabila adzan berkumandang maka disarankan untuk shalat berjamaah.

“Untuk menunjang para pedagang, koperasi juga telah di sediakan di pasar ini,” kata Jefry.

Pasar yang didirikan sejak tahun 2005 itu, kata Jefry kini sudah di isi oleh lebih dari 600 pedagang dan telah memenuhi seluruh kios yang ada.

Jefry berujar, sebelumnya pada tahun pertama pasar ini didirikan beliau banyak mendapat cemoohan oleh teman-temannya.

“Mereka bilang kalau bank syariah saja sulit berkembang apalagi pasar, tapi kita tetap jalan terus menatap masa depan dan sekarang eranya sudah tiba,” kata Jefry.

Hal itu menurut dia terbukti, seiring berjalannya waktu, apa yang telah dikonsepkan ternyata berkembang dengan baik, bahkan pasar tersebut kekurangan kios.

“Semoga akan ada banyak lagi pasar syariah di Riau sebagai identitas kuat Riau Negeri Melayu,” demikian Jefry Noer. (ocu arun)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkab Kepulauan Meranti Luncurkan Buku Muatan Lokal Budaya Melayu Riau untuk SD dan SMP

Berita

Presiden Jokowi Senang atas Prestasi Timnas Sepak Bola Amputasi Lolos ke Piala Dunia 2022

Batam

PSBB Batam Batal,Terapkan Karantina Per Kecamatan

Berita

Korban tewas dan terbakar ditabrak dump truck

Berita

Wujudkan Pam Swakarsa Di Masyarakat, Polres Kampar Gelar Apel Kasat Kamling

Berita

HUT TNI Ke -75, Sertu Dedy Perbaiki Mesin Pompa Air Masjid Raja Haji Abd Ghani Pulau Buru

Berita

Warga Pulau Jemaja Siap-Siap, Gaspol Dengarkan Ceramah Ustadz Das’ad Latif

Advertorial

PT TIMAH Hadirkan Harapan bagi Anak Berprestasi di Karimun, Bantuan Pendidikan Ringankan Beban Orang Tua
error: Content is protected !!