class="wp-singular post-template-default single single-post postid-6663 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti

Jumat, 14 April 2017 - 11:01 WIB

Warna warni Batik Bono Meriahkan Pameran Indogreen Expo 2017

Liputankepri.com,Jakarta – Kerajinan batik asal Kabupaten Pelalawan, Batik Bono, turut memeriahkan pelaksanaan the 9th IndoGreen Environment Forestry Expo, Kamis (13/4), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono mengapresiasi hasil kerajinan batik bono andalan binaan program Community Development (CD) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) pada saat berkunjung ke stan RAPP, APRIL Group. Sebelumnya, Kapusinfo KLHK, Djati Witjaksono Hadi juga sempat berkunjung dan mencoba membatik bersama pengrajin lainnya.

Batik hasil karya para ibu-ibu rumah tangga di sekitar Pangkalan Kerinci, Pelalawan ini menarik perhatian pengunjung yang penasaran dengan motif batik tersebut.

Salah seorang pengunjung, Ajeng Kusnadi (67), mengapresiasi produk batik andalan. Menurutnya, warna-warninya yang cerah membuat dirinya tertarik untuk melihat lebih dekat motif batik tersebut.

“Saya lihat motifnya bagus, halus dan berwarna cerah, dari jauh saya kira dari Madura, ternyata dari Riau, menarik sekali,” kata Ajeng, yang juga pengurus Istri Veteran RI, dan pernah menetap di Riau ini.

Salah seorang pengrajin batik, Siti Nurbaya mengatakan program pelatihan membatik ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), atau APRIL Group.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono, mendengarkan penjelasan mengenai program batik bono andalan dari Corporate Communications Head PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Djarot Handoko, pada saat acara IndoGreen Environment and Forestry Expo 2017, Kamis (13/4), di JCC Senayan, Jakarta.

“Program pelatihan batik ini sangat membantu ibu-ibu rumah tangga yang berada di sekitar pabrik (RAPP.red), dalam meningkatkan perekonomian keluarganya,” ungkap Nurbaya yang juga selaku Ketua Kelompok Rumah Batik Andalan di Pangkalan Kerinci.

Nurbaya menambahkan saat ini rumah batik andalan, mampu memproduksi sebanyak 100 lembar kain batik setiap harinya dan sudah menjadi ikon di Kabupaten Pelalawan.

“Kita juga dibantu penjualannya oleh perusahaan, untuk dijual kepada konsumen, seperti ke pemerintah, perusahaan sendiri dan tamu baik dari dalam maupun luar negeri, seperti ke Brazil, Singapura, China dan Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RAPP, Rudi Fajar mengatakan program batik andalan merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah Pelalawan.

“Kita berharap batik bono sebagai ikon daerah, tidak hanya terkenal di Pelalawan tapi juga dikenal di dunia,” papar Rudi yang terlihat kerap mengenakan batik asli buatan masyarakat Pelalawan.

Rumah Batik Andalan diresmikan pada 5 Desember 2014 lalu sebagai pusat produksi batik di Pelalawan dan bekerja sama dengan RAPP (APRIL Group), guna melatih masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dan merekrut orang-orang berbakat yang berminat menekuni profesi sebagai pembatik.

 

Reporter : Zuin
Editor : Paan

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Bappeda Meranti Gelar FGD, Gesa Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah

Kep Meranti

Wabup Meranti Tegaskan ASN & Honorer Absen Dari Tugas Langsung Di Berhentikan

Kep Meranti

Lebih Kurang 17.200 Ton Pertahun Meranti Dikepung Limbah Repu Sagu

Berita

Di Isukan Hamil, Pihak Keluarga Di Merbau Angkat Bicara Bantah Kabar Yang Beredar, Ini Hasilnya

Ekonomi

BRG RI Sebut Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut

Berita

Bantu Pengemudi Becak Motor, Polres Meranti Salurkan Bansos Sembako

Kep Meranti

Bupati Meranti Hadiri HUT ke-7 MPC Pemuda Pancasila

Berita

Pemkab Meranti Melalui Dinas Sosial Gelar Rakor BPNT
error: Content is protected !!