class="wp-singular post-template-default single single-post postid-11247 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Pendidikan

Minggu, 27 Agustus 2017 - 10:19 WIB

Hadapi Maraknya Hoax, Kurikulum Literasi Medsos untuk Peserta Didik Diperlukan

Liputankepri.com,Jakarta – Rendahnya literasi media sosial (medsos) dinilai menjadi penyebab maraknya hoax akhir-akhir ini. Hal ini dilontarkan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Karenanya, Mafindo mengusulkan agar kurikulum literasi medsos masuk ke dalam materi pembelajaran peserta didik di Indonesia.

Ilustrasi

“Kita perlu kurikulum untuk literasi medsos. Itu PR dan perlu waktu lama bikin (payung hukumnya). Sambil menunggu pemerintah, kita tetap jalan (memberi edukasi literasi medsos),” kata Ketua Mafindo Cabang Jakarta, Astari Yanuarti di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Agustus 2017.

Astari menilai, unsur pemerintah yang wajib memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial satu di antaranya yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ia meminta kementerian pimpinan Muhadjir Effendy itu membuat kurikulum mengenai literasi media sosial. Tujuannya agar generasi muda‎ dapat memilah informasi yang layak dikonsumsi atau tidak. Mengingat, saat ini korban hoax semakin banyak dan penggunaan internet tidak diiringi pemberian edukasi mengenai medsos.

“Pemerintah tolong segera bikin kurikulum, itu ada di Kemendikbud. Kita dalam posisi suportif ke pemerintah untuk mendorong membuat kurikulum. Kita akan ikuti kurikulum itu,” pungkas Astari.

Sekadar informasi, Bareskrim Polri membongkar bisnis penyebaran kebencian dan SARA melalui media sosial. Kelompok tersebut bernama Saracen. Hingga saat ini akun yang tergabung didalamnya berjumlah ratusan ribu‎.

Saracen diduga menyebarkan kebencia‎n dan SARA berdasarkan pesananan seseorang atau kelompok tertentu. Motif sementara dari kegiatan ini yakni hal ekonomi. Kini, aparat kepolisian masih menyelidiki dalang di balik grup Sarachen.‎

Pengungkapan kasus ini telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, SRN (32) ditangkap di Cianjur dan MFT ditangkap di Koja, Jakarta Utara.

Ketiga tersangka itu, memiliki peran yang berbeda-beda. Untuk JAS sendiri, berperan sebagai Ketua Grup Saracen yang bertugas untuk mengunggah postingan provokatif yang mengandung isu SARA***.

 

 

 

 

Source:Okezone

Share :

Baca Juga

Featured

Bupati Karimun Akan Bangun Kota Baru Coastal Area

Featured

Setya Novanto dan Nazaruddin Tak Ada di Sel, KPK: Kenapa Bisa?

Batam

Barang Sitaan Milik Negara Senilai Rp1,18 Miliar Dimusnahkan BC Batam
Polri Tangkap Sembilan Anggota ISIS Pendompleng Demo 4 November

Featured

Polri Tangkap Sembilan Anggota ISIS Pendompleng Demo 4 November

Featured

Mahmuzin Taher, Memanfaatkan Puluhan Ton Beras Ladang Hasil Pertanian Lokal Untuk Warga Ekonomi Rendah

Featured

Tải Go88 trên máy tính không cần phí

Featured

Nổ Hũ V9BET – Jackpot hũ vàng cực khủng chờ đợi bạn

Featured

Untuk Cegah Karhutla di Rangsang, PT SRL Siapkan Reward Ratusan Juta
error: Content is protected !!