Pencaker Antre Memperebutkan Lowongan Operator

- Jurnalis

Selasa, 8 Mei 2018 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Batam – Ribuan para pencari kerja sejak pukul 08.00 WIB memadati kawasan gedung MPH untuk mencari lowongan pekerjaan di sejumlah perusahaan yang ada di kawasan PT Batamindo Invesment Cakrawala (BIP) selaku pengelola kawasan industri Batamindo.

Sejak pukul 08.00 WIB, kawasan gedung MPH yang disediakan managemen PT Batamindo Invesment Cakrawala (BIP) dipadati pencari kerja.

Tak tanggung, orang yang mengantre untuk melamar lebih dari 3.000 orang. Sedangkan lowongan yang tersedia hanya 50 operator.

OK Simatupang, Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri mengatakan, pemandangan tersebut sangat miris.

Sebab hal itu menunjukkan Batam sangat minim lapangan pekerjaan. Sementara angka pengangguran terus meningkat.

“Parahnya lagi, pada saat bersamaan, ribuan buruh dari aliansi serikat masih berunjuk rasa dalam menuntut Upah Minimum Sektoral (UMS) di Batam,” tuturnya.

Baca Juga :  Terjebak Badai di Selat Bangka,Dua ABK Tugboat Tujuan Batam Hilang

Padahal seharusya, mereka membantu mencarikan jalan keluar bagaimana Batam bisa kembali bergeliat seperti dulu.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang belum memeroleh pekerjaan. Bayangkan yang diterima hanya 50 operator, tapi yang melamar mencapai 3.000an. Artinya apa? Angka penggangguran di Batam masih tinggi,” ungkap OK menambahkan.

Aldo, salah satu pencari kerja mengaku, sejak sepekan lalu ia bolak-balik ke gedung tersebut untuk mengetahui apakah ada lowogan pekerjaan yang dibutuhkan.

Baru hari ini ada lowongan yang buka, namun hanya membutuhkan 50 operator. Itupun sebagian besar diperlukan untuk perempuan, sementara laki-laki hanya sekitar 15-an orang,” katanya.

Baca Juga :  FKUB Batam Kecam Aksi Teror Bom Surabaya

Sebelumnya, Aldo bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Industri Sekupang. Namun karena dirinya mengikuti serikat pekerja dan kerap demo, kontrak dirinya tidak lagi diperpanjang perusahaan.

“Jujur saya kecewa dan kapok ikut serikat,” imbuhnya.

Sebab, bukannya menambah gaji, malah dirinya kini menjadi pengangguran. Jika dihitung, sudah enam bulanan ini ia menganggur.

Saat ini dirinya berharap ada lowongan yang sesuai dengan kriteria pendidikan dan pengalamannya, agar dirinya bisa kembali bekerja.

“Tapi jika sampai bulan Ramadhan ini tetap tidak ada, terpaksa saya harus mudik dan mencari keberuntungan di kampung,” kata Aldo.(Sbr)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria
Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia
Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD
Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung Penanaman Jagung Kuartal Kedua
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:43 WIB

Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:27 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:42 WIB

Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD

Berita Terbaru

Nasional

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:02 WIB