Liputankepri.com,BATAM – Kepala Unit Operasional Pelni Batam, Dicky Dermawandi membantah adanya petugas loket yang terindikasi melakukan pencaloan.
“Tidak ada indikasi hal-hal negatif khususnya untuk petugas loket. Karena sistem kita semua sekarang sudah online, sudah sesuai dengan identitas masing-masing,” paparnya.
Lanjut Dicky, pihaknya tidak bisa melarang warga yang ingin duduk berkumpul di depan kantor Pelni cabang Batam.
“Kalau ada orang yang ngumpul-ngumpul depan, itu tidak bisa kita larang. Sudah pernah diusir sama polsek. Tapi tetap aja balik lagi untuk kumpul di situ,” ujarnya.
Dicky juga menegaskan jika ada indikasi pencaloan atau kerja sama antara petugas loket dengan suatu oknum, maka akan ditindak secara tegas.
“Kalau ada indikasi pencaloan atau kerja sama dengan loket, dari kita tidak akan ada ampun. Akan kita berhentikan langsung, karena petugas loket anak perusahaan pelni,” katanya.
Jika tiket tidak sesuai identitas diri, Dicky menjamin calon penumpang tersebut tidak akan bisa naik ke kapal.
“Sistem penjualan tiket sekarang sudah harus sesuai identitas masing-masing, yang bersangkutan harus datang,bersama keluarganya bawa kartu keluarga. Semua sistem sudah online, dan boarding harus 100 persen sesuai identitas. Kalau tidak sesuai kita tidak terima dan tidak diijinkan untuk naik ke atas kapal,” terangnya.
(drstribun)









