class="wp-singular post-template-default single single-post postid-22027 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Peristiwa / Riau

Minggu, 6 Januari 2019 - 10:49 WIB

Wahidun Sudah 8 Tahun Terbaring Lemah Butuh Bantuan Berobat

Liputankepri.com,SELATPANJANG – Wahidun(42 th) seorang warga Gang Al Histianah, Jalan Simpati, Desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sudah 8 (delapan) tahun terbaring dan susah bergerak.

Penyakit yang dialami Wahidun berawal dari luka kecil yang menyebabkan terjadinya infeksi dan membusuk sehingga memakan sebagian saraf yang hampir menyebabkan kelumpuhan.

Pantauan awak media dilapangan, Jumat (4/1/2019) sore menyambangi kediamannya, tampak kesedihan terpancar diraut wajah Wahidun yang terbaring lemas tanpa beralaskan kasur itu.

“Silahkan duduk, beginilah kondisi saya yang semakin hari semakin memburuk,” ujar Wahidun dengan kondisi masih terbaring.

Diceritakan laki-laki yang akrab disapa Adun itu, penyakit yang dialaminya berawal dari luka kecil dibagian punggung yang semakin lama semakin besar dan membusuk.

“Saat itu saya sebagai kuli bangunan merobohkan tembok, namun tembok depan yang saya pukul malah tembok dibelakang pula yang roboh dan menimpa ketubuh saya. Sepertinya saat itu tidak terjadi apa-apa, namun luka yang ada semakin lama semakin besar dan membusuk sehingga sempat dilakukan operasi,” cerita Adun.

Baca Juga :  Wakil Bupati Meranti Bertindak Sebagai Pembina Upacara Hari Otonomi Daerah Ke-22

Kemudian, Situ Zemah selaku kakak Adun melanjutkan cerita bahwa Adun sempat dibawa ke Pekanbaru bahkan hingga ke Jawa untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, namun tidak membuahkan hasil karena bukan mendapatkan penanganan yang intensif tapi malah sebaliknya.

“Ke Pekanbaru sudah, kemarin di rumah sakit Santa Maria sekitar 12 hari dan rumah sakit Arifin Ahmad sekitar 6 hari, bahkan berobatnya sampai ke jawa sekitar 8 bulan disana, namun tidak ada hasilnya,” cerita si Kakak.

Si Kakak juga mengatakan bahwa penyakit yang dialami adiknya itu semakin memburuk, hal itu dirasakan si adik dengan mulai susahnya untuk bergerak.

Baca Juga :  PT EMP Serahkan Bantuan Dua Unit Motor Sampah Dan Satu Unit Mesin Pencacah Plastik Kepada Dinas Lingkungan Hidup

“Katanya bagian punggung kebawah sudah mulai hilang rasa atau tidak terasa lagi saat disentuh, ini membuat saya semakin kwatir,” ucapnya.

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari si kakak hanya mengandalkan hasil penjualan pakis sayur yang diambil 2 hari sekali.

Sementara itu, Joko Sucahyo salah seorang warga setempat sangat prihatin dengan kondisi yang dialami kedua kakak beradik tersebut.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi mereka karena sudahlah adiknya sakit, si kakaknya pula harus memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan penghasilan menjual pakis,” tutur Joko.

Untuk itu, Joko berharap agar pihak pemerintah setidaknya bisa memberi solusi dan meringankan beban kakak beradik tersebut.

“Kita berharap kepada pihak pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten untuk tersentuh dan bisa meringankan beban mereka ini,” harapnya.(Red/An)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro Resmi Pegang Komando Lanal Tanjungbalai Karimun

Nasional

Dahlan Iskan: Sengon 1 Triliun

Riau

Penyelesaian Konflik Menjadi Atensi Khusus Polda Riau, Karo Ops Kombes Kasero Manggala : Konsep Mitigasi Kita Kedepankan

Ekonomi

BPBD Pasaman Gelar Simulasi Pasca Gempa Bumi

Berita

Tenaga Honorer Tamatan SMA Tetap Dirumahkan, Ini Kata Sekda Meranti

Berita

Polsek Moro Tangkap Pelaku Pencuri Sembako

Kep Meranti

Dedi Yuhara Lubis Siap Maju Rebut Kursi DPRD Meranti 2019 Mendatang

Kep Meranti

Ditpolair Cegah Ribuan Kayu Bakau Seludup Ke Malaysia
error: Content is protected !!