Liputankepri.com,Tanjungpinang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tingkatkan pengawasan perdagangan sembako selama Ramadhan.
Kepala Disperindag Kepri, Burhanudin di Tanjungpinang, Rabu, mengingatkan distributor dan pedagang sembako untuk tidak menaikkan harga bahan pokok itu secara tidak wajar.
“Kami akan memberi sanksi tegas kepada para distributor dan pedagang sembako yang nakal, salah satunya kami akan mencabut izinnya,” ujar dia.
Ia mengemukakan pihaknya bertugas memastikan harga sembako dalam kondisi stabil. Selain itu, tambahnya persediaan sembako harus mencukupi hingga setelah Idul Fitri 1440 Hijriah.
“Kalau ada temuan atau pedagang yang bermain-main untuk menambah keuntungan yang besar dari momentum ini, tentu kami tidak biarkan,” tegasnya.
Sejauh ini, menurut dia distribusi sembako berjalan lancar. Artinya, persediaan sembako yang berasal dari berbagai daerah itu mencukupi sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Harga sembako maupun sayur-sayuran cukup terkendali, meski ada kecenderungan mengalami kenaikan.
Jika kenaikan harga sembako tidak terkendali, maka akan dilakukan operasi pasar.
“Untuk stok sembako aman, sehingga yang perlu kita jaga kestabilan harga,” katanya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, harga berbagai jenis sayur-mayur yang dijual pedagang di Kota Tanjungpinang melambung tinggi dalam sepekan terakhir.
Dona, salah seorang pedagang sayur-sayuran di Pasar Bintan Centre, menyebutkan kenaikan harga sayur-sayuran disebabkan persediaan terbatas.
“Beberapa kali gagal panen sehingga harga sayur tinggi sampai sekarang,” tambahnya.
Dona menjual sayur bayam dengan harga Rp22.000/kg, naik Rp14.000 dibanding sebelum Ramadhan. Sementara harga sawi Rp24.000/kg, naik 100 persen, sedangkan harga sayur kangkung naik dari Rp12.000/kg menjadi Rp20.000.
“Bayam, kangkung dan sawi berasal dari pertanian di Bintan,” katanya.
Dona mengemukakan harga cabai merah juga tinggi sejak beberapa hari lalu. Harga cabai merah bertahan Rp58.000/kg, sementara sebelum Ramadhan hanya Rp40.000/kg.
Cabai kering dijual Rp58.000/kg, naik sekitar 30 persen.
“Yang parah itu harga cabai rawit Rp64.000/kg. Kalau dijual eceran Rp10.000/ons,” ujarnya.***
(red/ant)








