Irawati, Pengusaha Warung Makan Maju Jadi Caleg

- Jurnalis

Senin, 20 Februari 2023 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irawati, maju dalam bursa calon legislatif DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur di tahun 2024 mendatang dari Partai Keadilan Sejahtera(PKS). (Foto/Kordian)

Irawati, maju dalam bursa calon legislatif DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur di tahun 2024 mendatang dari Partai Keadilan Sejahtera(PKS). (Foto/Kordian)

Ruteng – Bermodalkan keberanian,Irawati ibu empat anak yang berprofesi sebagai pegusaha warung makan di Gang Pengadilan, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, maju dalam bursa calon legislatif DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur di tahun 2024 mendatang dari Partai Keadilan Sejahtera(PKS).

“Saya ingin membangun dan membantu perempuan-perempuan manggarai yang berstatus janda, putus sekolah untuk melatih keterampilan memasak, buat kue dan lain-lain juga.
Saya pengen perempuan-perempuan manggarai itu bangkit. Jangan lemah karena setatus, ” Ujar Irawati, Minggu(19/2/2023).

Menurut Irawati, ada anggapan bahwa menjadi anggota dewan itu hanya berorientasi proyek. Ia tegaskan, secara pribadi ia tidak berorientasi seperti anggapan banyak orang di luar sana. Namun, ia lebih membantu masyarakat yang selama ini ada tembok pemisah antara masyarakat dan pejabat.

Sehingga, iIrawati ingin menjembatani unek-unek masyarakat yang tidak tersampaikan karena ada sekatan yang membuat aspirasi mereka tak tersampaikan.Ia ingin menghancurkan sekatan itu supaya bisa mengutarakan suara-suara masyarakat.

Dan ini yang memotivasi Irawati untuk berani calonkan diri dengan kemampuan dan kreatifitas yang ia miliki saat ini, yakni merangkul para perempuan yang statusnya janda, putus sekolah dan lain sebagainya untuk bangkit dan menjadi pelaku usaha yang mandiri.

“Sebagai contoh,di tahun 2019 saya merekrut 21 orang perempuan yang bersetatus janda, putus sekolah bahkan ada yang tidak memiliki orangtua. Saya melatih mereka cara membuat kue kacang yang sekarang orang biasa menyebut Cicinggo.Dengan kemampuan yang seadanya,saya terus melatih mereka bahkan cara memasak, meracik bubuk hingga mereka berhasil dan punya usaha sendiri hingga saat ini, “Ungkap ibu empat anak ini.

Bahkan ia juga yang membantu mereka memasarkan ke Surabaya, kupang dan lain sebagainya, kecuali yang tidak tersentuh papua.

Alhasil, ternyata tanpa disadari hal-hal yang Irawati buatkan itu justru membuat mereka menjadi mandiri dan sekarang ada yang sudah jadi koki di restoran besar dan ada juga yang sudah punya usaha sendiri.

Selain itu, motivasi Irawati maju caleg Propinsi untuk mengubah mindset masyarakat tentang stigma buruk terhadap perempuan janda, perempuan yang putus sekolah bahkan perempuan yang memiliki tatto pada tubuh.

Tak hanya itu, ia juga ingin membangun rumah kreatif untuk dijadikan ruang para perempuan untuk melatih bagaimana cara memulai usaha kecil sekaligus tempat curhat untuk kepentingan bersama agar bangkit dari stigma buruk.

Meskipun hanya berprofesi sebagai pengusaha warung makan, Irawati tidak pernah berkecil hati untuk bersaing dengan caleg-celeg lain yang memiliki uang berlimpah.

Menurut Irawati, yang terpenting bagi seorang wakil rakyat adalah mengerti, dan memahami kebutuhan warga. Titel dan uang melimpah tidak menjadi jaminan akan menjadi berpihak kepada rakyat.

Mereka mengaku mengerti kondisi warga, namun hanya sebatas melihat atau mendengar cerita tanpa merasakan realitasnya.

Nilai lebihnya, saya mengalami jadi rakyat yang hidup serba kesulitan. Sehingga saya tahu kondisi dan apa yang benar-benar dibutuhkan,” tegas Irawati.

Perempuan kelahiran tahun 1981 ini ternyata diusung Partai PKS untuk menjadi salah satu caleg DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, dapil 4 yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

“Ke depan jika terpilih menjadi abdi rakyat,saya bertekat akan berkonsentrasi pada kaum perempuan terutama para ibu rumah tangga yang tidak punya pekerjaan, para perempuan janda, dan perempuan putus sekolah. Sebab selama ini,kaum perempuan masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah, “Tutupnya.***

Penulis : Kordian
Editor : Agustian Indramajid

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Riau Masih Aman, Belum Ditemukan Kasus Hantavirus
Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Jepang
Pemkab Meranti Gandeng ANRI dan Perpusnas, Perkuat Arsip Digital dan Budaya Literasi di Wilayah Perbatasan
Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja Warga Garut
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Cek Lahan Jagung di Desa Bagan Melibur
Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Ketua DPD AKPERSI Kepri Kecam Keras Soal Intimidasi Pers di Karimun

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:33 WIB

Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Jepang

Senin, 11 Mei 2026 - 20:27 WIB

Pemkab Meranti Gandeng ANRI dan Perpusnas, Perkuat Arsip Digital dan Budaya Literasi di Wilayah Perbatasan

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:21 WIB

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja Warga Garut

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:59 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Merbau Cek Lahan Jagung di Desa Bagan Melibur

Berita Terbaru

Kepri

Diskominfo Kepri Terima Audiensi BRINUS Kepri

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:46 WIB

Dua pemuda diringkus polisi

Bengkalis

Dua Pemuda di Mandau Diringkus Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:29 WIB

Kep Meranti

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB