Riau Masih Aman, Belum Ditemukan Kasus Hantavirus

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan kasus Hantavirus belum ditemukan di wilayah manapun di Provinsi Riau. Hal tersebut dikatakan Kepala Diskes Riau, Zulkifli.

“Hingga saat ini belum ada laporan terkait Hantavirus di Riau,” kata Zulkifli, Sabtu (23/5/2026).

Dikatakan Zulkifli, saat ini pihaknya masih menunggu arahan pemerintah pusat untuk langkah penanganan jika memang ditemukan suspek virus tersebut.

“Virus ini kan mengarah pada penyakit menular, jadi memang harus kita tunggu surat edarana dari Kemenkes. Untuk bagaimana tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatifnya,” katanya.

Meskipun begitu, Zulkifli mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah awal dalam mencegah penyebaran virus.

“Penularannya memang dari tikus. Untuk itu, mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS, sebagai langkah awal pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya,” kata Zulkifli.

Baca Juga :  Ketua Umum Bhayangkari Salurkan Bantuan Sosial di Sorong, Papua Barat Daya

Kemudian, masyarakat diminta untuk menyimpan makanan di tempat tertutup dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang ditemukan di Kapal Pesiar MV Hondius.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr Andi Saguni mengatakan, kasus yang terkonfirmasi di Indonesia adalah tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

Baca Juga :  Kecelakaan Lalu Lintas di Karimun, 1 Orang Meninggal Dunia.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr Andi, Senin (11/5/2026), dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Menurut data Kemenkes, dalam kurun 2024-2026, ditemukan 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemenkes mengatakan, kasus terkonfirmasi itu ditemukan paling banyak pada 2025 yaitu 17 kasus. Sedangkan pada 2024 hanya 1 kasus, dan pada 2026 hingga Mei sebanyak 5 kasus.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nonton Timnas di Piala AFF 2026 Sekarang Gratis di YouTube Reza Arap
Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung Penanaman Jagung Kuartal Kedua
Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan
Sidak RSUD, Bupati Asmar Tegaskan Petugas Medis Wajib Layani Pasien dengan Empati
Menaker akan Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Pengembangan Keterampilan
Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan
Bupati Asmar Temui Bappenas RI, Perjuangkan Dukungan APBN 2027 untuk Infrastruktur dan Pembangunan Kepulauan Meranti
Resmi Masuk KBLI 2025, Influencer dan YouTuber yang Belum Punya NIB Siap-Siap Kena Sanksi OSS

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Nonton Timnas di Piala AFF 2026 Sekarang Gratis di YouTube Reza Arap

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:17 WIB

Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung Penanaman Jagung Kuartal Kedua

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:23 WIB

Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:51 WIB

Sidak RSUD, Bupati Asmar Tegaskan Petugas Medis Wajib Layani Pasien dengan Empati

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:07 WIB

Menaker akan Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Pengembangan Keterampilan

Berita Terbaru