Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun – Isu peredaran beras oplosan dan melonjaknya harga pangan memicu sorotan terhadap kinerja Satgas Pangan. Masyarakat mendesak satuan tugas tersebut bertindak lebih tegas dan optimal dalam menjalankan fungsinya.

Dugaan praktik pengoplosan dan distribusi beras ilegal dalam skala besar kembali mencuat di Baran Barat Kecamatan Meral.

Aktivitas mencurigakan terpantau di sebuah gudang beras milik AC di Kelurahan Baran Barat, di mana truk-truk lori terlihat hilir-mudik membawa beras yang diduga telah diganti kemasannya dengan merek berbeda.

‎Meski aktivitas ini berlangsung terang-terangan, hingga kini belum terlihat adanya tindakan dari aparat maupun instansi terkait.

Baca Juga :  Perjalanan O’Bross Collection bersama PT Timah, Kerajinan tangan Hingga Hijab Motif Lokal

‎Kejanggalan muncul ketika beras yang keluar dari gudang diduga telah berganti merek dibanding saat masuk, memperkuat dugaan adanya praktik pengoplosan dan repackaging beras tanpa izin.

Informasi yang beredar‎ diketahui gudang milik AC yang berada tidak jauh dari kantor Lurah Baran Barat tersebut diketahui penyimpanan beras tanpa plang nama dan tertutup.

‎“Iya, setahu saya gudang itu gudang beras. Tapi asal berasnya dari mana, saya tidak tahu,” ujarnya singkat.

Secara terpisah, salah seorang ibu rumah tangga ketika dikonfirmasi disalah satu minimarket yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan rasa dan kualitas beras yang tidak konsisten meski menggunakan merek yang sama sering terjadi.

Baca Juga :  Bakamla dan Kemenhut Gagalkan Penyelundupan Ratusan Balok Kayu Ilegal di Batam

“Saya curiga beras merek yang sama saya makan, rasanya beda dan bahkan kalau dimasak kayak bubur lembek,” ujarnya.

Secara terpisah AC ketika dikonfirmasi via WhatsApp membantah informasi yang beredar terkait aktifitas pengoplosan beras di gudang miliknya.

“Itu tidak benar, gudang kami tidak ada oplos beras, malah di gudang tidak ada orang,” kilahnya, Kamis (25/6/2026).

Satgas pangan diminta lebih sigap dalam pengawasan dan distribusi pangan karena tanpa tindakan konkret dan tegas, masyarakat akan terus menjadi korban dari sistem distribusi yang lemah dan manipulatif.***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif
Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis
Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau
Lepas Kafilah ke MTQ Riau, Meranti Targetkan Prestasi di Kuansing
Pemkab Meranti Raih Seroja Awards 2026, Bukti Komitmen Bupati Asmar Benahi Tata Kelola Aset
Polres Karimun Gelar Upacara Tabur Bunga Di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80
Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan, Kemnaker Perkuat Sistem Pengawasan
Tekan Kecelakaan Kerja, Kemnaker Tingkatkan Kematangan Budaya K3
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:13 WIB

DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:45 WIB

Diduga Beras Oplosan, Satgas Pangan Diminta Periksa Gudang milik AC di Baran

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:24 WIB

Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:24 WIB

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lepas Kafilah ke MTQ Riau, Meranti Targetkan Prestasi di Kuansing

Berita Terbaru