Hendra Rita Disinyalir Berikan Keterangan Palsu di Persidangan

- Jurnalis

Selasa, 22 November 2016 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Meskipun ancaman pidana bagi pelaku yang mencoba memberikan keterangan palsu sangat berat,tampaknya hal ini tidak membuat saksi Hendra Rita gentar untuk mencoba memberikan keterangan yang terkesan berbelit-belit dan diduga tidak benar apalagi keterangan yang diberikan Hendra Rita berbeda dengan Berita Acara yang dibuat oleh penyidik kepolisian,”

 

Liputankepri.com,Tanjungpinang – Menjadi seorang saksi dalam perkara pidana maupun perdata dalam persidangan merupakan kewajiban hukum bagi setiap orang yang dibarengi pula dengan mengucapkan sumpah menurut agama yang dianutnya bahwa dia akan memberikan keterengan yang sebenarnya tentang apa yang dia lihat,didengar,dan dialaminya sehubungan dengan perkara yang bersangkutan.Hal ini tentunya agar mengurangi kemungkinan seorang saksi tersebut berbohong atau memberikan keterangan palsu.

Selain itu,bab IX tentang sumpah palsu dan keterangan palsu pasal 242 ayat  (1) kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dengan jelas menyebutkan “barang siapa dalam keadaan dimana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian,dengan sengaja memberi keterangan palsu diatas sumpah,baik dengan lisan atau tulisan,secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu,diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”.

Bahkan,dalam kasus memberikan atau mengarahkan membuat keterangan palsu juga sempat membuat salah seorang oknum Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tersangka  beberapa waktu lalu meskipun kini kasusnya sudah dideponir.

Meskipun ancaman pidana bagi pelaku yang mencoba memberikan keterangan palsu sangat berat,tampaknya hal ini tidak membuat saksi Hendra Rita gentar untuk mencoba memberikan keterangan yang terkesan berbelit-belit dan diduga tidak benar apalagi keterangan yang diberikan Hendra rita berbeda dengan Berita Acara yang dibuat oleh penyidik kepolisian.

Sidang yang digelar Senin 21 November lalu di Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang di pimpin oleh Majelis hakim Johnson Sirait dan sebagai hakim anggota  Rianty dan Korpioner sempat menarik perhatian public.Hal tersebut dikarenakan keterangan yang diberikan Hendra rita dalam persidangan dianggap diluar logika akal sehat.”keterangan Hendra Rita sebagai pelapor sangat tidak logika,saya jadi tertarik mengikuti sidang ini”,ujar salah seorang warga kepada media ini.

Di dalam persidangan,Hendra Rita mengaku didalam mobil bersama tiga temannya yang datang dari Jakarta yakni Rianti,Diah,dan Ronal.Anehnya,Hendra Rita sempat mengatakan bahwa saat ini tidak pernah lagi berkomunikasi dengan ketiga temannya setelah kejadian pengrusakan tersebut.

Sementara itu,Ridwan Lingga ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia kota Tanjungpinang menilai bahwa keterangan yang diberikan Hendra Rita kuat dugaan mengada-ada dan diragukan kebenarannya.

“kuat dugaan dia (Hendra rita-red) memberikan keterangan yang mengada-ada,seingat saya dulu mantan Kasatreskrim Tanjungpinang mengatakan saat konferensi Pers jika didalam mobil 4 orang wanita,tapi hari ini pengakuan Hendra rita ada satu laki-laki,tampaknya ketiga temannya tersebut terindikasi fiktif”,ujarnya.

Ridwan menambahkan,’’Hendra Rita juga sempat mengatakan jika saat ingin membuat laporan pada malam kejadian tapi tidak ada orang di kantor polisi,inikan jawaban yang sangat janggal”,jelasnya.

Sebagaimana diketahui,Hendra Rita merupakan pelapor kasus pengrusakan mobil avanza hitam yang terjadi di lampu merah Km 8 atas yang melibatkan tiga orang terdakwa yakni,MY,MA dan MI sekitar awal bulan Agustus lalu.

Akhinya,majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dan meminta kepada penuntut umum agar menghadirkan  penyidik Kepolisian sebagai saksi.(Red/Ridwan)

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perhitungan Lifting Migas Anambas Wewenang Dirjen Anggaran Kemenkeu RI
Demi Jaga Kamtibmas Tim Raga Polres Kep.Meranti Rutin Laksanakan Patroli KRYD
Kolaborasi Kemanusiaan TNI AL dan PT TIMAH Tbk untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera dan Aceh
Kata Halaman Hadirkan Ruang Baca dan Mewarnai Gratis Setiap Akhir Pekan di Tanjungpinang
Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud
Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Pada RSUP Kepri
Patroli Tengah Malam, Kapolsek Tualang Pimpin Pengecekan Pos Ronda Demi Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
340 Siswa MAN Insan Cendikia Antusias Ikuti Program Police Goes To School

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:47 WIB

Perhitungan Lifting Migas Anambas Wewenang Dirjen Anggaran Kemenkeu RI

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:31 WIB

Kolaborasi Kemanusiaan TNI AL dan PT TIMAH Tbk untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera dan Aceh

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:55 WIB

Kata Halaman Hadirkan Ruang Baca dan Mewarnai Gratis Setiap Akhir Pekan di Tanjungpinang

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:04 WIB

Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 19:31 WIB

Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Pada RSUP Kepri

Berita Terbaru

Advertorial

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

Sabtu, 24 Jan 2026 - 19:04 WIB