class="wp-singular post-template-default single single-post postid-31708 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti

Senin, 11 Mei 2020 - 14:47 WIB

Mahmuzin Tahir: Saya Bayangkan Betapa Beratnya Kerja Buat Perubahan Meranti Kedepan

Liputankepri.com,Meranti- Dinamika politik jelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Kepulauan Meranti memunculkan berbagai opini di tengah masyarakat dan media sosial. Banyak statemen mencuat sesuai kadar wawasan bahkan tendensi kepentingan politik masing-masing.

Mahmuzin Taher, salah satu bakal calon kontestan pada Pilkada Kabupaten Kepulauan Meranti memandang hal itu sebagai hal yang lumrah. Namun menurutnya opini yang muncul hendaknya dapat mengedukasi masyarakat kepada nilai-nilai positif berpolitik.

“Terus terang sampai hari ini belum ade terbayangkan, ape enaknye jadi bupati, setelah saye bandingkan dengan kondisi dan rutinitas saye di luar sini (di luar daerah). Tapi sudah bisa saye bayangkan betapa beratnya kerja buat Meranti ke depan, dengan segala risiko yang selalu mengintip dari segala sisi. Apalagi dengan tekad bulat kita membuat perubahan dengan melompat pagar. Jadi niat kite hanye untuk bangun kampung, tak ada lain,” ujar Mahmuzin Taher, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Bang Muzin atau MT ini menyadari, untuk mengajak masyarakat Kepulauan Meranti menjadi sejahtera bukanlah perkara mudah. Diperlukan perubahan pola pikir atau mindset sehingga bisa bahu-membahu menuju perubahan ke arah yang baik.

“Untuk mengubah mindset itu masyarakat kite memerlukan pembuktian dan saye sedang dalam proses pembuktian itu. Kalau yang sudah lebih dahulu apekah sudah memberikan pembuktian, itu hak masyarakat menilainye,” kata Mahmuzin Taher.

Buat seluruh sahabat atau masyarakat yang menginginkan perubahan, Bang Muzin mengaku sengaja tidak membentuk tim dengan nama tim sukses.

“Ini adalah bentuk perubahan dari cara kita berpikir. Saya akan namakan sebagai sahabat, karena tim sukses hanya berlaku setelah calon yang didukung sukses dan cenderung memiliki tendensius terhadap kesuksesan tersebut. Tidak ada kata bekas untuk sahabat dan sukses bukan hanya milik bacalon, sehingga hubungan bisa kerkesinambungan,” jelasnya.

Kemudian sahabat bukan berarti hanya yang ikut bergerak dan yang ada di WA grup dan sebagainya.

“Namun semua masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti adalah sahabat, tua muda dan dari segala kalangan tidak membedakan suku dan agama tentunya,” pungkasnya. (Rls/tmy)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

li Bin Ashang Warga Meranti Ini Menghidap Penyakit Tumor Dan Ususnya Keluar

Kep Meranti

Suhu Politik mulai menghangat, Sekda Meranti harap masyarakat dan ASN jangan terpecah

Berita

Wujud Perhatian, Kapolres Meranti Jenguk Personil yang Sakit Di RSUD Selatpanjang

Kep Meranti

MTQ Kecamatan Tebing Tinggi Ke 9 Resmi di tutup Bupati Meranti

Ekonomi

Santi, Bangga Lahirkan Anaknya Tepat Di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-73 Tahun

Kep Meranti

Selama Lima Hari Operasi Muara Takus 2018 ,Satlantas Polres Meranti Hanya Temukan 70 Tenguran

Kep Meranti

DPC Granat Meranti Minta Polda Riau Evaluasi Oknum Polisi Meranti Salah Tangkap

Karimun

Bupati Meranti Teken Dua kesepakatan bersama Bupati Karimun
error: Content is protected !!