class="wp-singular post-template-default single single-post postid-32088 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / DPRD / Karimun / Kepri / Pendidikan

Minggu, 31 Mei 2020 - 17:55 WIB

Dunia Pendidikan Ditengah Covid19, Ini Pandangan Nyimas Novi Ujiani ketua Komisi II DPRD Karimun

Karimun – Kebijakan sosial distancing akhir akhir ini berakibat fatal terhadap roda kehidupan manusia, terutama masalah ekonomi yang paling terasa dampaknya, karena hal ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan tertutupnya kebutuhan primer manusia untuk memenuhinya, karena negara akan sangat terbebani kalau harus menanggung segala kebutuhan pokok setiap penduduknya.

Tidak hanya itu, hal ini juga berdampak terhadap dunia pendidikan, keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran dari sekolah / Madrasah menjadi di rumah membuat kelimpungan banyak pihak.

Seperti yang diutarakan oleh ketua Komisi II Nyimas Novi Ujiani, menurutnya, banyak yang menjadi penghambat berkembangnya dunia pendidikan jika terus menerapkan belajar dirumah,

Satu hal diantaranya, penguasaan teknologi masih rendah, ini tidak hanya dirasakan oleh siswa dan siswi saja melainkan guru juga banyak yang masih kurangnya penguasaan teknologi.

Kemudian keterbatasan sarana dan prasarana, juga menjadi faktor penghambat yang mana tidak semua siswa dan siswi memiliki ekonomi yang mapan, tambah lagi di situasi pandemic ini untuk makan saja sangat sulit.

Baca Juga :  Covid-19, Anggota DPRD Karimun, Mau tidak mau Reses harus dilaksanakan

“Pendidikan harus berjalan, belajar dirumah tidak akan maksimal, contohnya saya menyoroti pesantren, ptrotokoler kesehatan di pesantren itu harus ada, anak anak belajar secara online itu tidak maksimal,” ujarnya.

Nah, disinilah pemerintah harus punya konsep memberikan aturan, Pendidikan harus berjalan artinya angaran angaran untuk penambahan ini seperti disenfektan hansanitazer, dan masker juga harus ada itu penting sekali,” ucap Nyimas melalui telepon selulernya (28/05/2020) beberapa hari yang lalu.

Kendati demikian jelas Nyimas, Proses pembelajaran mesti diterapkan seperti bisa dengan ketentuan selalu mengedepankan protokoler kesehatan, ditambah lagi saat ini karimun menuju New Normal.

Baca Juga :  Soal belanja makan dan minum, Kegiatan reses 5 anggota DPRD Karimun terindikasi tidak dilaksanakan

“Saya tidak menyalahkan pemerintah hanya saja kita berfikir kedepanya sepertia apa, kita belum maksimal , kedepannya saya minta betul betul tersistem, saat ini kita dihadapkan dengan masalah baru dan semua tidak bisa dengan Sim Salabim langsung jadi.

Hari Senin kami akan rapat internal, dan selasa saya akan reses dengan mengunjungi pondok pesantren mengundang kiayi kiyai serta guru guru pesantern dan menanyakan terkait pendidikan,” jelas Nyimas.

Dirinya juga berharap kedepan proses belajar mengajar dapat berjalan seperti biasa dengan mengutamakan protokoler kesehatan, menyediakan masker bagi pelajar, menyediakan wadah untuk mencuci tangan serta mengatur jarak duduk bagi seluruh siswa dan siswi, semoga wabah segera sirna di muka bumi ini,”harap Nyimas mengakhiri.*

(ronal)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Bengkalis Bersama Kalaksa BPBD dan Forkopimda Serahkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Desa Api-Api

Kepri

Jaksa Agung Geser Kajati Kepri Ke Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI

Berita

Irjen Pol. Aris Budiman, M.Si Diangkat dalam Jabatan Baru Sebagai Kapolda Kepri

Batam

Pengurus DPD Partai Gelora Batam Diskusi Dengan Walikota Batam

Batam

BP Batam Pamerkan Keunggulan Batam di APM 2024 Singapura

Berita

Plh Bupati Karimun Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi

Berita

Polres Karimun Tertibkan Penjualan Miras dan Rokok Ilegal di Telaga Tujuh

Berita

Sekretariat DPRD Karimun Alokasikan Anggaran Pengadaan Fasilitas Rumah Dinas Pimpinan DPRD
error: Content is protected !!