LSM Resamkala: Ada Dugaan Penyelewengan dari Sektor Pajak Sarang Burung Walet

- Jurnalis

Rabu, 27 Januari 2021 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mencengangkan, Tahun 2020 Rata-rata Usaha Sarang Burung Walet Hanya Produksi Kurang Dari 6 ons”

Lingga – Dari data yang dikeluarkan oleh Bapenda Kabupaten Lingga, Sektor usaha sarang burung walet saat ini berjumlah lebih dari 200 buah. Dari jumlah tersebut, ditahun 2020 lalu Bapenda Lingga hanya berhasil menarik pajak sebesar 87 juta rupiah.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bapenda Kabupaten Lingga, Sumiarsih mengatakan pihaknya dalam menjalankan tugas memungut pajak disektor usaha sarang walet ini mengacu pada Peraturan Bupati (PERBUB) Lingga No.87 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Pengolahan Pajak Sarang Burung Walet.

Diterangkan bahwa harga standar yang sudah ditetapkan adalah sebesar 8 juta rupiah, dimana saat ini besaran pajak yang dikenakan ialah sebesar 10% per kg (sepuluh persen per kilogram).

Jika dikalkulasi, nominal 87 juta rupiah yang diterima dari 200 usaha yang beroperasi dapat disimpulkan bahwa rata-rata setiap usaha sarang burung walet hanya memproduksi kurang dari 6 ons (0,6 kg) pertahun.

Sumarsih mengatakan kemungkinan situasi ini dapat terjadi sebab saat ini metode pemungutan pajak sarang burung walet masih menggunakan sistem self assessment, yakni pajak ditetapkan berdasarkan laporan hasil produksi dari pihak pengusaha, lalu Bapenda Lingga melakukan kalkulasi sesuai dengan yang sudah dirumuskan.

Untuk memaksimalkan penerimaan pajak disektor usaha sarang burung walet, Pihaknya (Bapenda Lingga) akan menggandeng beberapa instansi agar dalam realisasi ditahun 2021 dan seterusnya bisa lebih optimal.

Saat dimintai pendapatnya, Seorang Tokoh aktivis dari LSM Resamkala, Selamat Riyadi angkat bicara, beliau mengharapkan kepada pihak yang berkompeten dalam pengurusan Pendapatan dari sektor pajak terutama pada sektor pajak penerimaan sarang walet agar lebih meningkatkan pengawasan kepada pelaku sektor pajak agar dugaan penyelewengan data bisa lebih ditekan.

Menurutnya, metode dengan sistem self assessment yang dipakai oleh Bapenda Lingga saat ini saya nilai kurang efektif, sebab tingkat keakuratan data yang dilampirkan sangat rentan akan kesalahan yang bisa jadi tidak sesuai dengan fakta.

“Ketika statistik berbicara bahwa dalam setahun rata-rata usaha sarang walet di Kabupaten Lingga hanya mampu memproduksi sarang walet kurang dari 6 ons, saya kira hal ini menjadi tanda tanya besar”, ungkap pria yang kerap disapa Ria tersebut.**

(Ari)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru