class="wp-singular post-template-default single single-post postid-41283 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kepri

Selasa, 2 November 2021 - 11:40 WIB

Potensi Pertanian Kepri Berorientasi Ekspor

Produk Olahan  Kelapa berupa Santan Kelapa dan Kelapa Parut Kering.

Produk Olahan Kelapa berupa Santan Kelapa dan Kelapa Parut Kering.

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad berharap melalui strategi pengembangan pertanian, nilai ekspor di Kepri akan bertambah. Dan akan  menjadi penanda bahwa Kepri memiliki peran yang sangat strategis dalam menambah devisa negara melalui bidang ekspor, dan juga turut berkontribusi dalam memelihara pertumbuhan ekonomi nasional.

“Melalui FGD ini saya berharap para eksportir dan pengusaha lebih giat dan bersemangat lagi memasarkan produk pertanian Kepri ke luar negeri” kata Gubernur Ansar saat menjadi keynote speaker pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Potensi Pertanian Kepulauan Riau Berorientasi Ekspor’.

Dalam kesempatan ini Gubernur mengikutinya melalui video conference dari ruang kerjanya di Dompak, Senin (1/11). Adapun acara ini diselenggarakan di Hotel Ria Bintan, Lagoi oleh Kementrian pertanian Badan Karantina Pertanian dengan menghadirkan Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang, Konsul Jenderal Singapura Mark Low, dan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang  Raden Nurcahyo Nugroho.

Gubernur Ansar membuka pemaparannya dengan menyampaikan bahwa Kepri termasuk sebagai salah satu kawasan perbatasan di nusantara yang dapat diandalkan sektor pertaniannya. Meski memiliki luas daratan ± 5 persen, apabila dioptimalkan pengembangan potensi sektor pertaniannya, bukan hanya dapat sekedar memenuhi kebutuhan pasar domestik namun juga pasar internasional.

Baca Juga :  Batam Layak Jadi Tuan Rumah Pertemuan G20

“Hal ini didukung dengan letak geografis Kepulauan Riau yang sangat strategis dalam pola perdagangan global yakni berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura. Melihat kondisi tersebut, Pemprov Kepri memiliki strategi pengembangan pertanian dengan mendorong keberlanjutan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir (Agribisnis) dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, ” ungkap Gubernur Ansar.

Terkait ekspor komoditas pertanian, Gubernur Ansar sangat mendukung adanya Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Gerakan yang dibuat di era revolusi 4.0 ini merupakan bentuk ajakan pemerintah sekaligus menyatukan kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir agar bekerja dengan cara yang tidak biasa. Gratieks dapat  mempercepat jalannya laju ekspor komoditas pertanian menuju ekosistem pertanian yang modern,” ujar Gubernur Ansar.

Selanjutnya menurut Gubernur Ansar, berdasarkan data IQFast (Indonesian Quarantine Full Automation System) Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Tahun 2021, terdapat beberapa komoditas pertanian yang rutin diekspor ke beberapa negara yaitu Ternak Babi, Karet, dan Produk Olahan  Kelapa berupa Santan Kelapa dan Kelapa Parut Kering.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Dan Bupati Karimun hadiri Bakti Sosial Sunatan massal

“Dari sektor peternakan, komoditas unggulan yang diekspor berupa ternak babi berasal dari Pulau Bulan, yang merupakan ekspor babi terbesar di Indonesia dengan negara tujuan Singapura. Dari sektor perkebunan, Karet yang diolah di Kabupaten Bintan telah diekspor ke beberapa negara. Di samping itu juga ada Produk Olahan Kelapa berupa Santan Kelapa dan Kelapa Parut Kering,” paparnya.

Terakhir Gubernur Ansar menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Badan Karantina Pertanian selaku koordinator program Gratieks dalam menggerakkan, mendorong dan mengawal bersama-sama suksesnya Gratieks di Provinsi Kepri.

“Kami juga siap mendukung penuh Tugas dan Peran  Badan Karantina Pertanian yang telah diamanatkan pada UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta memberikan segala daya dan upaya demi memajukan sektor pertanian. Pandemi Covid-19 tidak boleh menyurutkan semangat kita dalam memacu pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui ekspor Komoditas Pertanian” tutupnya.***

Share :

Baca Juga

Anambas

Ternyata Jumlah Penumpang Kapal Tenggelam di Anambas Bertambah Jadi 57 Orang

Batam

Nurdin Basirun Diangkut KPK ke Jakarta

Bintan

Gubernur Kepri Resmi Buka TMMD ke 103 2018, Kodim 0315/Bintan

Batam

Airlangga: Pulau Batam Akan Dijadikan Pusat Energi Terbarukan di Indonesia

Featured

Ketua Umum (Lugas) Zuhdie : Gubernur Kepri Dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Turut Serta Menciptakan Generasi Yang Aktif dan Sehat

Berita

Solidaritas Nelayan Pesisir Teluk Paku Pertanyakan Legalitas Penimbunan Jetty PT KIC

Karimun

Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran, KSOP Karimun Tambah Armada Laut

Batam

Sekwan Kota Batam Ditetapkan Sebagai Tersangka
error: Content is protected !!