class="wp-singular post-template-default single single-post postid-26143 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Ekonomi / Nasional / Sport / Tekno

Senin, 29 Juli 2019 - 07:36 WIB

Akselerasi Pengembangan Mobil Listrik

Liputankepri.com JAKARTA — Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pemerintah terus mempersiapkan sekaligus mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Terkait masterplan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut mendorong lahirnya regulasi yang tepat guna menentukan perkembangan mobil listrik di masa mendatang.

“Kami sedang menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mobil listriknya. Perpres mobil listrik akan menentukan seperti apa arah mobil listrik di Indonesia. PPnBM, bea masuk, kandungan lokal dalam negeri, assembling-nya seperti apa kita akan mempelajari setelah policy-nya keluar,” ujar Jonan di sela-sela peresmian PLTU Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Jonan optimistis pertumbuhan mobil listrik di Indonesia berada pada tren positif apalagi mendapat sokongan dari luar sektor energi. Optimisme ini juga didasari atas tingginya animo global terhadap permintaan mobil listrik.

Baca Juga :  ASN Bolos, Mendagri Beri Sanksi Pemotongan Tunjangan

“Mobil listriknya tumbuhnya cepat, kalau disertai dukungan sektor lain seperti perindustrian dan keuangan. Saya sendiri yakin, (mobil listrik ini) pasti tumbuh besar,” ucap Jonan.

Melalui mobil listrik, lanjut Jonan, akan memberikan dampak positif bagi sektor energi terutama menyangkut penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Jonan berharap kehadiran mobil listrik mampu mengurangi polusi udara karena penggunaan BBM. Di samping itu, kehadiran mobil listrik menekan jumlah impor BBM.

“Kedua, bisa mengurangi impor BBM. Kenapa? karena energi primer yang menghasilkan listrik bersifat lokal. Batubara, gas, tenaga matahari, air laut, biomassa, panas bumi bahkan angin,” kata Jonan.

Jonan menyebutkan Kementerian ESDM sedang menyiapkan infrastruktur yang mendukung penggunaan mobil listrik. Salah satunya melalui pembangunan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Lebih lanjut, Jonan menyarankan kepada PLN agar SPLU massif dibuat di tempat-tempat keramaian.

Baca Juga :  Walikota Batam Perpanjang Masa Kegiatan Belajar dirumah hingga 13 Juli 2020

“SPLU itu seharusnya dibuat di tempat ramai seperti mal, pasar, gedung perkantoran atau parkir-parkir publik Tapi, di kemudian hari ini tergantung pada industri otomotif itu sendiri,” ucap Jonan.

Disinggung soal kesiapan SPLU, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum PLN Djoko Abumanan mengungkapkan sudah terdapat lebih dari 3.000 SPLU yang dibangun oleh PLN.

“PLN sendiri sudah memasang 3.600 SPLU,” lanjut Jonan.

Bahkan, PLN mengatur strategi supaya menarik minat masyarakat menggunakan mobil listrik.

“PLN memberikan gratis tambah daya bagi mobil listrik. PLN sudah hadir memberikan kemudahan supaya mobil listrik biar cepat,” kata Jonan menambahkan.

Share :

Baca Juga

Advertorial

PT TIMAH Dukung Kenyamanan Ibadah Masyarakat Lewat Bantuan untuk Masjid Nur Hidayah Karimun

Berita

MM Universitas Islam Riau Gelar Penyuluhan Seminar Daya Saing Produk UMKM dan Bumdes Di Meranti

Berita

Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 Dibuka 28 September

Berita

Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini di Kota Selatpanjang dan Sekitarnya, Rabu 26 Februari 2025

Berita

Ratusan Anak Yatim dan Piatu di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau Terima Santunan PT Timah Tbk

Batam

Tersangka Kasus Korupsi Impor Tekstil di Batam Segera Disidang

Berita

Bersama TNI dan Polri, BP Batam Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di KKOP

Berita

Nurhayati Didampingi Kuasa Hukum Laporkan Kamijan Atas Pencemaran Nama Baik
error: Content is protected !!