Bawang Merah Ilegal Banjiri Dumai

- Jurnalis

Senin, 20 Juni 2016 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Dumai -Upaya penyelundupan bawang merah di lakukan melalui kapal kayu tanpa nama, Sejumlah gudang penampungan bawang,hasil selundupan di dumai tidak pernah di tindaklanjuti. Bahkan bawang selundupan dari Malaysia bisa 4-5 kali seminggu,masuk melalui  pelabuhan tikus.

Bawang merah selundupan merupakan komuditi pertanian luar negeri itu tidak sehat dikonsumsi masyarakat tetapi sampai sejauh ini aparat berwajib di Dumai belum ada mengambil tindakan tegas..kasus ini masukan buat Kapolres Dumai yang baru,agar bertindak tegas.

Bawang merah ilegal membanjiri Dumai membuat bawang produksi tanah Indonesia merosot dipasaran. Hal tersebut dikarenakan harga bawang merah selundupan jauh lebih murah ujar beberapa pedagang bawang di pasar Pulau Payung dan di pasar Sri Mersing jalan Ombak Dumai baru-baru ini menjawab awak media ini.

Kondisi harga ini jauh lebih murah,membuat konsumen lebih memilih bawang selundupan meski tidak sehat dikonsumsi sehingga dikawatirkan akan berdampak pada keselamatan kesehatan masyarakat. Selain itu beberapa warga dipasar yang ditanyai awak media ini,

Bawang merah selundupan kwalitasnya jauh rendah daripada bawang hasil tani Indonesia kata warga, sembari menyebut bahwa mengkonsumsi bawang merah selundupan asal Malaysia,menimbulkan bau badan,tutur beberapa warga di pasar Pulau Payung mengomentari kwalitas bawang merah selundupan tersebut.

Aksi penyelundupan bawang merah ini  memanfaatkan pelabuhan tikus di pantai Dumai sudah sejak lama dan tidak pernah tersentuh oleh hukum.penyelundup bawang diduga menguasai perairan ,sebab  kapal penyelundup banyak tanpa nama dan tidak memiliki dokumen resmi yang selama ini aman-aman lantaran pihak berwajib melakukan pembiaraan. Maka diperkirakan  ribuan ton bawang selundupan masuk ke Dumai dan Bengkalis melalui Bukit Batu Bengkalis, Pulau Rupat, Medang Kampai dan masuk melalui pelabuhan tikus Kecamatan Sungai Sembilan ,Kondisi ini merupakan pertanda,kuat dugaan banyak pihak yang terlibat.

Tingginya dan besarnya kebutuhan masyarakat akan bawang merah menjadi pemicu utama warga untuk terus melakukan penyelundupan.(Rds)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik
Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Teken MoU, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Menuju Kemandirian
Subuh On The Road Pamapta Sampaikan Aduan Masyarakat lewat 110 Polres Meranti
Peringati HPN 2026, Kapolres Karimun Gelar Coffee Morning bersama Insan Pers

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:18 WIB

Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima

Senin, 16 Maret 2026 - 00:21 WIB

Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik

Berita Terbaru