class="wp-singular post-template-default single single-post postid-254768 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam

Rabu, 22 Mei 2024 - 08:35 WIB

BP Batam: Pemilihan Mitra Kerjasama Pelabuhan Internasional Batam Center Dilaksanakan Secara Transparan

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan, pemilihan mitra kerjasama Terminal Ferry Internasional Batam Center telah dilakukan secara transparan.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam Fesly Abadi Paranoan saat ditemui di kawasan Batam Center, Senin (20/5/2024).

Fesly menyayangkan adanya kecurigaan rekayasa anggaran dan pemenang lelang yang disampaikan oleh Ketua Corruption Investigation Committee (CIC) R Bambang S beberapa waktu yang lalu.

“Sebelumnya, kita telah mengumumkan melalui media nasional dan media lokal. Setelah pengumuman itu, kita memberikan waktu pendaftarannya selama satu minggu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terpaksa melaksanakan sesi Prakualifikasi ulang pemilihan Calon Mitra Kerja. Sebab, selama proses pendaftaran, terdapat kurang dari 3 peserta yang memasukkan dokumen kualifikasi. Sehingga sesi Prakualifikasi harus dilakukan ulang.

“Jadi sebenarnya ini justru menjadi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan lainnya supaya bisa mengikuti proses tender. Jadi semua dilakukan dengan transparan,” katanya.

Baca Juga :  PT Timah Bersama Masyarakat Opas Bersihkan Jalan Hingga Bantaran Sungai Rangkui

Begitu juga dengan pengembalian modalnya. Pengembalian modal itu tentunya sudah dilakukan kajian atau feasibility study. Secara bisnis, dengan investasi yang mencapai Rp. 3,4 triliun tentunya sangat memungkinkan untuk pengembalian modalnya.

Sebab, investasi Rp. 3,4 triliun itu akan meliputi pembangunan gedung baru yang kapasitasnya lebih luas, pengoperasian dan pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center. Tidak hanya itu, nilai investasi itu juga akan meliputi area komersial. Dari luas 2,9 hektare existing saat ini, nantinya akan diperluas hingga kurang lebih 24 hektare.

Dalam area pelabuhan tersebut, juga terdapat area komersil seperti hotel hingga mal. Termasuk kegiatan reklamasi yang akan dilakukan kedepannya.

Baca Juga :  RSBP Batam Percepat Skrining Penyakit Jantung Bawaan untuk Dorong Deteksi Dini

“Kalau hitungan pengembalian modal Rp 500 miliar itu, jika pelabuhannya seperti yang sekarang ini. Tapi nanti kita akan membuat terminal yang baru, yang kapasitasnya lebih besar. Karena kalau sekarang sudah over kapasitas, jadi butuh bangunan yang lebih besar lagi kapasitasnya dan lebih modern,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kerjasama pembangunan, pengoperasian hingga pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center ini sepenuhnya juga berasal dari pemenang tender. Sehingga, adanya fee 20 persen seperti yang disampaikan, Fesly membantah hal tersebut.

“Saya tegaskan, semestinya tidak ada tuduhan seperti itu. Aneh kalau adanya fee, sementara ini skemanya investasi. Dana pembangunannya berasal dari pemenang tender. Jadi sepenuhnya dari investor dan bukan dari pemerintah,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: HMS 

Share :

Baca Juga

Batam

DPRD Kota Batam: Informasi soal covid-19 simpang siur

Batam

Proyek Eco-City, Delapan KK Asal Desa Blongkeng Bergeser ke Hunian Sementara

Batam

Pelepasan Jenazah Mantan anggota DPRD Jurado Siburian S.H untuk yang terakhir

Batam

Masyarakat Minta Ombudsman Buka Posko Pengawas PPDB di Daerah

Batam

Musyawarah Cabang II Srikandi Pemuda Pancasila Kota Batam

Batam

Batamindo Mesti Bertindak Tegas terkait pembungan puing bangunan

Batam

Dua Warga Batam Hilang di Dam Tembesi Batam

Batam

Walikota Batam Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Pulau Buluh
error: Content is protected !!