LIPUTANKEPRI.COM, KARIMUN – Sebanyak 4 siswa SMP di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau berhasil mendapat beasiswa, setelah melalui seleksi Program Kelas Beasiswa PT Timah Tbk, melalui program Corporate Program Responsibility (CSR) tahun pelajaran 2018/2019. Selanjutnya mereka akan melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Bangka Belitung

Diantaranya adalah, Wiwin Silfany siswi SMP Negeri 2 Kundur Barat, Nurizati siswi SMP Negeri 1 Belat, Muhamad Firdaus iswa SMP IT Cendekia dan Suryanto siswa SMP Negeri 1 Meral.
Keberangkatan para siswa berprestasi ini di lepas secara resmi oleh Bupati Karimun H Aunur Rafiq S.Sos, M.Si, di kediamannya di Jalan Yos Sudarso, Kamis (12/7/2018) pagi.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, program independen yang dilakukan PT. Timah ini tidak mudah didapatkan. Para siswa harus melewati berbagai seleksi ketat, dengan kategori siswa siswi kurang mampu dan berprestasi yang ada di Kabupaten Karimun.
“Saya selaku Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas program beasiswa dari PT. Timah, kita harapkan mereka tidak hanya sampai tingkat SMA saja, mudah-mudahan anak kita bisa sampai ke tingkat perguruan tinggi,” kata Rafiq
Menurutnya, program beasiswa ini sudah berjalan dua tahun sejak 2017 lalu dan untuk saat ini sudah ada 7 orang siswa siswa yang mendapatkan program beasiswa belajar di SMA unggulan binaan PT. Timah di Bangka Belitung.
“Tahun 2017 ada 3 orang yang mendapatkan beasiswa, tahun 2018 ini ada 4 orang. Kita berharap tahun 2019 mendatang bisa menambah kuota untuk anak-anak Karimun meraih pendidikan disana,” harap Rafiq.
Dirinya juga mengatakan, Pemerintah Daerah menyambut baik program ini. Sehingga anak-anak Karimun yang tidak mampu namun berprestasi ini bisa mendapat pendidikan yang layak dan berpotensi.
“Harus kita dukung program-program seperti ini yang sejalan dengan program pemerintah tentunya,” ujar Rafiq.
Sementara itu, Kepala Unit Metalogi PT Timah (Persero) Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau Unit Kundur, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan sosialisasi sejak Maret 2018 lalu. Dimana pihaknya mengundang semua Kepala Sekolah dengan menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.
“Kita minta perwakilan dari setiap sekolah di Karimun untuk mengirimkan siswa siswi terbaik dari keluarga kurang mampu dan berprestasi. Selain itu, kita juga melakukan tes kesehatan, jadi tidak hanya pintar namun harus sehat. Agar nanti ketika mereka masuk asrama tidak sakit-sakitan,” kata Wiyono saat diwawancarai.
Dia juga mengatakan, untuk seleksi tidak ada titipan, dan itu murni yang lolos merupakan siswa siswi terbaik yang berprestasi.
“Idealnya untuk standar SMA itu adalah 32 siswa yang dibagi kepada 8 Kabupaten. Dan di Karimun mendapatkan kuota 4 orang, untuk itu kita berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi kuotanya untuk siswa siswi Karimun,” katanya mengakhiri. (syah)










