- Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK Akan Lebih Besar
liputankepri.com, KARIMUN – Dalam rangka memberikan peluang kerja bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi membuka Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah kejuruan di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Karimun.

Untuk mewujudkan program tersebut, hari ini Sabtu (29/7/2017), Bupati Karimun Aunur Rafiq, meresmikan BKK SMK Negeri 1 Karimun yang ada di Sei Bati, Kecamatan Tebing. Dengan demikian para lulusan SMK yang ada di Karimun, khusus SMK Negeri 1 Karimun tidak kesulitan untukncari peluang kerja.
“BKK ini merupakan wadah, untuk mempertemukan secara langsung antara pencari kerja lulusan pendidikan kejuruan, yaitu 5 SMK Negeri dan 4 SMK swasta di Kabupaten Karimun yang mencari pekerjaan dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Usai meresmika BKK SMK Negeri 1 Karimun.
Menurutnya BKK ini sesuai dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 39 tahun 2016, dimana BKK menjadi mitra pemerintah yang memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja secara praktis, efisien dan efektif serta membantu pencari kerja agar menemukan pekerjaan yang di butuhkan oleh perusahaan.
“Sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja, BKK mnjadi mitra pemerintah dalam hal ini dinas tenaga kerja, dalam mengelola lulusan pendidikan kejuruan yang ada di Karimun, dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kedepan pemerintah akan mendorong untuk MoU dengan perusahaan-perusahaan yang ada,” jelas Rafiq.
Dirinya merasa yakin penyelenggaraan BKK ini, bakal mempercepat penempatan tenaga kerja dan meningkatkan prosentase dan jumlah lowongan kerja yang dapat terisi oleh para pencari kerja.
“Dengan penyiapan tenaga kerja yang terampil dengan keahlian dan kompetensi kerja yang dapat diandalkan, diharapkan para lulusan sekolah kejuruan ini dapat langsung bekerja sehingga mengurangi angka pengangguran,” tuturnya.
Selain itu Rafiq menegaskan, meski belum bisa menjamin 100% dari MoU antara BKK dan perusahan yang ada di Karimun, dirinya mengharapkan komitmen dari perusahaan yang berinvestasi untuk menggunakan tenaga kerja lokal.
“Kedepan kita meminta komitmen dengan perusahaan baru yang berinvestasi, silahkan bernvestasi di Karimun dengan catatan menggunakan tenaga kerja lokal. Tapi kalau tidak komit seperti itu ya nggak usah saja, saya rasa lebih baik memilih perusahaan yang memiliki komitmen untuk itu,” tegas Rafiq. (***)








