Dianggap Tak Becus Kerja, Pasha Ungu Siap Mundur

- Jurnalis

Jumat, 19 Oktober 2018 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota palu

Walikota palu

LIPUTANKEPRI.COM , JakartaGempa bumi dan tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tengah, menjadi cobaan yang dihadapi Pasha Ungu. Musibah yang merenggut 2.000 jiwa ini seakan menjadi pembuktian dirinya sebagai Wakil Wali Kota Palu.

Di tengah upaya membangkitkan Palu kembali pascagempa dan tsunami, suara-suara miring datang mengarah ke Pasha Ungu. Banyak yang menyebut suami Adelia Wilhelmina itu tidak maksimal dalam menangani musibah.

Sementara itu, Pasha Ungu pun menerima anggapan tersebut. Ia bahkan siap mundur bila dianggap tak maksimal dalam bekerja.

“Saya secara pribadi sebagai wakil wali kota kalau memang dianggap tidak maksimal menjalankan pemerintahan, saya tidak ada masalah. Saya siap diturunkan atau mengundurkan diri,” ujar Pasha Ungu dikutip Dream.co.id dari planetmerdeka.com, Kamis 18 Oktober 2018.

Ayah tujuh anak ini tidak ambil pusing terhadap kelompok masyarakat yang sengaja memperkeruh suasana warga di Palu. Pria bernama asli Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini tetap ingin membangkitkan kembali kota Palu usai dilanda bencana pada 28 September 2018.

“Kami tidak peduli dihujat, kami tidak mau pusing dihina sampai dikatakan tidak mampu, saya secara pribadi tanpa membawa unsur-unsur pemerintah berusaha bekerja. Kalau setelah ini, saya (mundur), mungkin pak wali kota seperti apa nanti, bagaimana tanggapan beliau, saya belum tahu,” katanya.

Menurut Pasha, aparat pemerintahan sudah maksimal memberikan pelayanan ke masyarakat untuk membantu menyalurkan bantuan yang tiba di kota Palu. Jadi dia tidak mengerti bila ada sekelompok masyarakat yang menilainya tidak maksimal bekerja.

“Kira-kira seperti apa yang kami harus lakukan?” tanya dia.

Pasha tidak akan mempersoalkan jabatannya saat ini. Bagi dia, yang penting memberikan bantuan pada masyarakat agar bisa bangkit dari kondisi saat ini.

“Saya kira itu bukan persoalan, tapi hari ini bagimana kita memberikan pemenuhan jaminan hidup masyarakat kita terkait tuntutan kebutuhan makanan mereka, karena tanggap darurat ini diperpanjang sampai tanggal 26 Oktober,” ucapnya. (Amrikh Palupi/Dream.co.id)

sumber: Liputan6.com

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum
Konsumen Keluhkan Timbangan Para Pedagang di Pasar Puan Maimun
Kepulauan Meranti Siap Wujudkan Layanan Publik Modern Berbasis IKD
Meranti Percepat Pembangunan Gudang Bulog, Asmar: Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Daerah Kepulauan
Hirdaya Sharma bersama Jaktive Mempromosikan Bhajan Modern sebagai Jembatan Budaya antara Indonesia, Nepal, dan Australia
BGN Tutup Tiga Dapur Makan Bergizi Gratis di Riau
Jenguk Warga di RSUD Dorak, Bupati Asmar Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Humanis
Bupati Asmar Pimpin Rakor Lintas Instansi, Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia dari Rangsang

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Konsumen Keluhkan Timbangan Para Pedagang di Pasar Puan Maimun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Kepulauan Meranti Siap Wujudkan Layanan Publik Modern Berbasis IKD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Meranti Percepat Pembangunan Gudang Bulog, Asmar: Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Daerah Kepulauan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Hirdaya Sharma bersama Jaktive Mempromosikan Bhajan Modern sebagai Jembatan Budaya antara Indonesia, Nepal, dan Australia

Berita Terbaru