class="wp-singular post-template-default single single-post postid-259344 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Potret Timah

Selasa, 25 Februari 2025 - 22:55 WIB

Didukung PT Timah, Gapoktan Sinar Baru Bangka Selatan Andalkan Budidaya Cabai untuk Kesejahteran Petani

BANGKA SELATAN – Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Sinar Baru di Desa Paku, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, terus berkembang sebagai kelompok petani cabai yang semakin berhasil dengan dukungan dari PT Timah Tbk.

Semula, Gapoktan Sinar Baru terbentuk karena para petani mulai beralih ke budidaya cabai sejak penghasilan dari sektor lain, seperti lada dan karet, mengalami penurunan. Dengan masa panen yang relatif cepat, hanya sekitar 100 hari, pertanian cabai dinilai lebih menguntungkan dan memiliki perputaran ekonomi yang lebih cepat.

Sejak didirikan pada tahun 2015, Gapoktan Sinar Baru kini telah menaungi 14 kelompok tani dengan total anggota mencapai 350 petani. Sejak tahun 2023, para petani fokus pada budidaya cabai dengan dukungan berupa modal dan penyuluhan yang telah diberikan oleh PT Timah dalam dua tahun terakhir. Hal ini membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Baca Juga :  Kepala BP Batam Buka Festival Mancing Ngarong V, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Ketua dari Gapoktan Sinar Baru, Amir mengatakan bahwa tantangan terbesar dari pertanian cabai sekarang ini adalah hama dan cuaca yang tidak menentu. Namun, berbekal dengan pengetahuan setelah mendapatkan pelatihan dari PT Timah mereka bisa mengatasi persoalan ini.

“Tantangan terbesar yang kami alami dalam budidaya cabai adalah hama, jamur, serta kondisi cuaca yang kadang tidak menentu yang bisa membuat tanaman cabai mati atau membusuk,” ujarnya.

Meskipun demikian, para petani terus berupaya mengatasi kendala tersebut dengan menerapkan teknik budidaya yang lebih baik dan memperkuat ketahanan tanaman mereka.

Keseriusan Gapoktan Sinar Baru dalam melaksanakan pertanian cabai membuahkan hasil. Mereka berhasil meningkatkan produksi cabai dan juga memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Viral, Salah Satu Pegawai Imigrasi Batam Disebut-sebut Terlibat Kasus Narkoba

Hasil panen cabai dari Gapoktan Sinar Baru selama ini disalurkan kepada pengepul sayuran lokal di Desa Paku sebelum akhirnya dipasarkan ke pasar-pasar besar di wilayah sekitar.

Hingga saat ini, kelompok tani ini telah berhasil melakukan panen sebanyak delapan kali. Harga cabai dari petani saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, sementara harga yang diberikan penjual di pasar dapat mencapai Rp90.000 per kilogram.

Dengan mayoritas anggota yang kini sudah mandiri dalam bertani cabai, Gapoktan Sinar Baru optimistis bahwa sektor pertanian ini akan terus berkembang. Dengan dukungan yang berkelanjutan, para petani berharap dapat meningkatkan produksi, memperluas pasar, serta menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat petani di Bangka Selatan.(*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Omzet UMKM Tembus 1 Miliar, BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita

Oknum Guru Honorer Ponpes Moro Diamankan Polisi

Berita

Polres Meranti Perkuat Pengamanan dan Imbauan Kamtibmas di Pelabuhan Tanjung Harapan

Berita

Pastikan Pemilu 2024 Berjalan Damai Dan Lancar, Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Riau Gelar Deklarasi Damai

Berita

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, polres Kepulauan Meranti Laksanakan Bakti Sosial dan Green Policing di Pasar Modern

Berita

Sekda Meranti Buka Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat Pengelola Destinasi Wisata Tahun 2019

Advertorial

BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026, Penghargaan Atas Capaian Ekonomi Batam

Berita

Tim Sahabat H. Asmar Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia di Tebing Tinggi
error: Content is protected !!