DJBC Kepri Kunker ke SKPT Selat Lampa Natuna

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natuna – Kanwil DJBC Khusus Kepri beserta Jajaran Eselon III dan IV melaksanakan kunjungan kerja ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang berlokasi di Selat Lampa Kabupaten Natuna,Rabu (26/2/2020).

Rapat Kerja Wilayah 2020 ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto di Kapal Patroli BC 60001.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan Raker ini guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui peningkatan ekspor langsung melalui perbatasan.

“Ekspor langsung dari Natuna sepertinya sangat dinanti oleh para pelaku perikanan di Natuna, ditambah lagi jarak tempuh ke Malaysia dan Vietnam yang lebih singkat jika ekspor dilakukan langsung dari Natuna,”terang Agus kepada media ini via hp seluler.

Baca Juga :  Bea Cukai Hibahkan 37 Ton Sembako untuk Masyarakat Kepri

Menyikapi hal tersebut,Agus memberikan arahan kepada Kepala KPPBC TMP B Tanjung Pinang,M Syahirul Alim dan Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Khusus Kepri,Abdul Rasyid untuk segera menindaklanjutinya.

“Arahan ini agar PEB dan NPE untuk kegiatan ekspor dapat diterbitkan di Natuna melalui Kantor Bantu Bea Cukai Natuna, serta melakukan kajian terhadap perusahaan-perusahaan perikanan di Natuna yang berorientasi ekspor untuk bisa mendapatkan insentif fiskal berupa keringanan atau pembebasan pungutan impor dengan Fasilitas KB atau KITE,”harap Agus.

Sementara Manager Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Cabang Natuna Berto memberikan paparan telah melakukan 4 kali kegiatan ekspor sejak akhir Desember 2019 sebanyak 4 Kontainer komoditi ikan dan gurita dengan tujuan Jepang.

Baca Juga :  Bea Cukai Bersama Kastam Diraja Malaysia Gelar Operasi Patkor Kastima Ke-26

Berto menjelaskan,untuk penerbitan PEB nya masih dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, penerbitan SKA di Bintan, dan Health Certificate di Muara Baru Jakarta, sehingga produk tersebut diangkut dahulu dengan menggunakan Tol Laut ke pelabuhan Tanjung Priok,”terangnya.

Kendati demikian,potensi ekspor menggunakan pesawat udara melalui Batam juga bisa menjadi salah satu alternatif jika PEB bisa diterbitkan di Natuna.

“Melihat potensi produk perikanan yang sangat menjanjikan di Natuna namun masih ada beberapa tantangan yang harus di atasi,”tambah Berto.

Menindaklanjuti acara tersebut, akan diadakan pertemuan Bea Cukai Kepri dengan pengusaha perikanan yang berada di Natuna dalam waktu dekat.***

(ura)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru