class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16416 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Nasional / Pelalawan / Riau

Rabu, 11 April 2018 - 20:17 WIB

Dua Harimau Terkam Sapi Milik Warga Di Teluk Meranti

LIPUTANKEPRI.COM,Pekanbaru, – Dua harimau sumatra liar masuk ke permukiman dan memangsa sapi milik warga di Kelurahan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau.

“Sebagian warga sekarang ketakutan karena ini pertama kali harimau menyerang ternak. Terakhir kali kejadian seperti ini tujuh tahun lalu, waktu itu harimau menyerang kambing,” kata Ujang Kirai, warga Teluk Meranti, pemilik sapi yang diterkam harimau ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan, satwa belang itu menyerang seekor sapinya yang masih berusia lima bulan pada Senin (9/4) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Rumah Ujang Kirai di Teluk Meranti berada tak jauh dari Sungai Kerumutan dan Jalan Lintas Bono. Sungai tersebut mengarah ke Kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan, yang menjadi habitat harimau sumatra.

Kejadian penyerangan itu disaksikan langsung oleh istri dan anak Ujang, sedangkan dirinya sedang ke luar rumah untuk membeli pulsa telepon. Istri dan anaknya mendengar teriakan sapi dan menyangka ada orang yang ingin mencuri ternak mereka. Ujang mengikat sapi-sapi mereka di kebun kelapa sawit yang berjarak 30 meter dari rumah.

“Di tengah gelap orang rumah saya terkejut ketika sinar senter menyinari mata harimau. Karena ketakutan mereka langsung lari dan menelepon saya,” katanya.

Ketika tiba di rumah, Ujang langsung mengecek kondisi namun tidak menemukan apa-apa karena situasi sekeliling sangat gelap. Baru ketika matahari muncul keesokan harinya, Ujang menemukan banyak jejak-jejak harimau dan seekor sapinya terluka parah di punuk hingga sebelah kakinya.

Sapi malang tersebut terluka parah karena gigitan harimau, sehingga terpaksa disembelih. Dari bekas jejak-jejak yang ada, kuat dugaan ada dua harimau yang menyerang ternaknya.

“Jejak-jejaknya banyak. Kelihatannya ada dua harimau karena ada yang jejaknya besar-besar milik harimau dewasa dan ada jejak harimau yang lebih kecil,” kata Ujang.

Seorang warga lainnya, Jasri Nando mengatakan sebagian warga kini merasa ketakutan karena kejadian itu. Padahal, masyarakat setempat memang sudah terbiasa melihat jejak harimau dan mendengar suaranya saat bertani di kebun karet maupun kelapa sawit. Apalagi, daerah Teluk Meranti juga tidak jauh dari hutan Kerumutan.

“Tapi baru kali ini harimau menyerang ternak, makanya banyak juga warga ketakutan,” katanya.

Nando berharap pemerintah, khususnya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera menyikapi kasus penyerangan harimau tersebut. “Selama ini warga tidak pernah mengganggu harimau. Kami harap ada solusi agar kedua-duanya dilindungi. Warga dilindungi, dan harimau juga dilindungi,” katanya.

Kasus konflik harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) di Riau pada tahun ini mengalami peningkatan. Kasus yang paling mematikan adalah akibat harimau sumatra liar, yang diberi nama Bonita, di daerah Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Daerah tersebut masih dalam satu lansekap Kerumutan, yang berbatasan dengan tempat kejadian di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Bonita telah menyerang ternak dan menyerang dua warga hingga tewas. Namun, hingga kini tim BBKSDA Riau belum berhasil menangkapnya meski tim khusus bentukan badan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu sudah memburunya selama 99 hari terakhir.

Sumber : Antarariau

Share :

Baca Juga

Batam

Batam bergantung pada ekspor barang ke Singapura

Bintan

Ansar Ahmad: Pengunduran diri saya masih dalam proses

Featured

Imigrasi Segera Lakukan Penyelidikan Terhadap Tekong dan TKI Yang Diamankan Lanal TBK

Berita

Pabrik Pengolahan Kayu di Probolinggo Terbakar

Berita

Jenguk Warga di RSUD Dorak, Bupati Asmar Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Humanis

Berita

Tim Gabungan Kodaeral IV-Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi di Perairan Karimun

Berita

Bupati Karimun Himbau Masyarakat Kembali Patuhi Protokol Kesehatan

Kep Meranti

Diduga Pengerjaan Proyek SDN16 Tanjung Peranap Dari Kemen PUPR RI Disinyalir Tidak Sesuai Spesifikasi
error: Content is protected !!