Karimun – Gara gara Akun Facebook milik Loris (18) yang digunakan oleh salah seorang perempuan berujung kepada pengeroyokan yang mengakibatkan korban (Loris red) babak belur di jalan Setiabudi parkiran hotel Wiko Karimun, kepulauan Riau, Kamis (11/3/2021) sekira pukul 20.20 Wib.
Hal ini disampaikan oleh Bachrum Efendi, SH kuasa hukum Loris (18) kepada awak media ini sambil menceritakan kronologis kejadian yang menimpa kliennya tersebut di bilangan Meral, Rabu (24/03/2021).
Dalam keterangannya, Bachrum menceritakan kronologis awal kejadian pengeroyokan terhadap kliennya Loris.
Berawal permasalahan ketika ada seorang perempuan yang menggunakan akun Facebook milik Loris (18) untuk kepentingan pribadi, berawal dari situlah klien saya menemui wanita tersebut di kos tempat dia tinggal untuk mengambil akun Facebook tersebut.
Terjadilah pembicaraan antara klien saya dengan perempuan tersebut, tiba tiba si perempuan mendorong klien saya dan mengambil kunci motor klien saya. Perempuan itu bilang jika mau mengambil kunci silahkan ke atas (ke kos).
Setelah klien saya keatas bermaksud mengambil kunci ternyata si perempuan tidak ada. Entah kenapa saat klien saya turun datang lah beberapa orang yang menurut klien saya bertugas sebagai security di Wiko dan sekitaran kos kos tersebut.
Bachrum mengatakan, mulanya klien saya disuruh balik oleh security namun karena kunci motor masi sama si perempuan bagai mana mau balik, saat klien saya membuka helemnya tiba tiba langsung di hajar, dan itu tidak disana saja ada beberapa titik klien saya dihajar.
“Dihajar di depan kos lalu beralih ke Pujasera Binggo lalu di karoake Binggo, klien saya sempat berusaha lari ke arah dolphin (cucian mobil) sampai disana dihajar dan dibawa pakai motor menuju Wiko, sampai diparkiran dihajar lagi dia sempat minta tolong kepada salah satu termasuk pengurus di tempat tersebut namun tidak dihiraukan sampai akhirnya orang tua klien saya sampai di lokasi itu barulah berhenti,” ucap Edi sapaannya.
Bukan itu saja kata Edi, ini anak jika memang dia salah kenapa harus dihajar seperti itu, apalagi security, tugas dan fungsi dari security ada untuk pengamanan bukan untuk menghajar, sampai memukul pakai kunci sehingga mengakibatkan kepala klien saya mendapat tujuh jahitan.
“Untuk itu saya minta kepada aparat penegak hukum agar para pelaku agar cepat di proses. Saya minta dalam hal ini aparat penegak hukum jangan tembang pilih dalam penegakan hukum,” harapnya.
Ditempat yang sama Alai Sun orang tua Loris (18) berharap kepada penegak hukum agar para pelaku segera diproses.
“Saya mohon kepada Polisi, itu dilanjutkan kepada pengeroyok ditangkap,” mohon Alai Sun.
Sementara untuk perkembangan kasus ini pihak awak media menghubungi pihak kepolisian dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Karimun belum ada jawaban.**
(Ronal)








