class="wp-singular post-template-default single single-post postid-40724 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kepri

Senin, 27 September 2021 - 08:33 WIB

Gubernur Kepri Perjuangkan Labuh Jangkar Dikelola Pemerintah Daerah

Labuh Jangkar di Kepulauan Riau (F.Ist)

Labuh Jangkar di Kepulauan Riau (F.Ist)

Tanjungpinang Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memperjuangkan labuh jangkar dikelola oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dari retribusi.

“Ada langkah-langkah produktif yang dilakukan Pemprov Kepri agar labuh jangkar tidak dikelola pusat,” kata Ansar, di Tanjungpinang, Kamis (23/9).

Menurut gubernur, langkah-langkah yang dilakukan agar labuh jangkar dikelola Pemprov Kepri salah satunya meminta fatwah dari Mahkamah Agung. Fatwah tersebut dibutuhkan sebagai alasan hukum dalam mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Ramah Tamah bersama Warga Kundur Barat

“Kami akan bahas dengan dua provinsi lain, Sumatra Selatan dan Sulawesi Utara, kemungkinan akan mengajukan dan meminta masukan dari Mahkamah Agung,” kata Ansar.

Baca Juga :  Iluni UNP Diharapkan Jadi Jembatan Kerjasama Kepri & Sumbar

Gubernur mengemukakan retribusi dari jasa labuh  jangkar ditargetkan sebesar Rp200 miliar/tahun. Retribusi labuh jangkar itu akan meningkatkan pendapatan asli daerah, yang selama masa pandemi mengalami penurunan.

“Kami akan terus berjuang, tentu berlandaskan peraturan yang berlaku,” ucapnya.**

Share :

Baca Juga

Batam

Antisipasi Covid-19, Pemprov Kepri akan mengkaji kebijakan PSBB

Featured

Jambret Beraksi Di Tujuh Lokasi Dibekuk Satreskrim Polres Karimun

Berita

Pemkab Natuna gelar sosialisasi mekanisme kerjasama dengan awak media

Karimun

PKTM II di Gelar Selama Tiga Hari, Ini Tujuannya

Berita

Marlin Ingin Peran Wanita Semakin Kuat dalam Pembangunan

Karimun

Kapolres Karimun Himbau Waspadai Virus Corona

Featured

Lamidi Gagal Dilantik Sebagai Kepala Dinas Pertanian Pemprov Kepri

Berita

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kepri bertambah 68 orang dalam sehari
error: Content is protected !!