class="wp-singular post-template-default single single-post postid-37198 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Ekonomi / Kepri / Life Style / LINGGA / Video

Selasa, 11 Mei 2021 - 21:47 WIB

HNSI Lingga : Pembatasan Transportasi Membuat Nelayan Menderita

Lingga – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga mendesak pemerintah daerah memberi solusi terkait keadaan yang dialami oleh para nelayan, dimana saat ini para nelayan sulit menjual hasil tangkapan mereka.

Hal tersebut dikarenakan beberapa pengusaha penampung ikan memilih untuk berhenti beroperasi karena Transportasi Laut dibatasi oleh pemerintah.

Distrawandi selaku HNSI Kabupaten Lingga mengatakan, “tolong pemerintah dalam mengambil kebijakan perlu juga memikirkan masyarakat yang terdampak atas kebijkan tersebut. Dengan dibatasinya transportasi laut membuat beberapa sektor ekonomi terganggu, seperti yang dialami oleh nelayan di desa Sungai Pinang dan beberapa wilayah lainnya”, ungkapnya kepada awak media, Selasa (11/05).

Seharusnya ketika pemerintah membatasi transportasi, mereka juga perlu memberikan solusi kepada para nelayan yang sangat terdampak

Baca Juga :  Anggota Komisi VII DPR-RI Geram Saat Kunjungi Aktifitas Tambang di Lingga

Jangan sampai ada pihak yang dirugikan dalam kebijakan yang akan diambil. Apalagi saat ini kita bersiap menyambut hari raya idul fitri, tentunya semakin menambah beban para nelayan yang notabene menjadi kepala keluarga.

Pemerintah Kabupaten Lingga kan punya Satgas dibidang Ekonomi, nah kenapa situasi seperti ini bisa terjadi?,

Ketika para penampung atau tengkulak tersebut memilih tidak membeli hasil laut dari pada nelayan, mungkin saja mereka masih bisa tidur nyenyak, tapi lain halnya kepada para nelayan yang menggantungkan hidup mereka dari hasil laut.

Kitakan sama-sama tau kalau sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Lingga sangat bergantung kepada transportasi laut, dimana hasil tangkapan nelayan acap kali dijual keluar daerah seperti kota Batam dan Tanjung Pinang. Jika dihentikan otomatis omset para nelayan akan menurun drastis karena mereka hanya dapat menjual hasil laut kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Soal Dugaan Lahan Ilegal, Kadis DPM-PTSP Lingga: Pengusaha Nakal Harus Ditindak

“Kami dari HNSI Kabupaten Lingga akan terus menyuarakan jika kesulitan yang dihadapi para nelayan saat ini terus berada dalam situasi yang sama”, Tegas pria yang akrab disapa Wandi tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Lingga segera mengambil langkah cepat serta efektif agar nasib para nelayan menjadi lebih baik. Semoga kondisi memprihatinkan ini cepat berlalu”, tutupnya.**

(Ari)

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pencuri Sepedah Motor Milik Orang Tuanya

Tanjungpinang

Minta Uang Pelicin Masuk IPDN 300 Juta, Oknum ASN Pemkot Tanjungpinang Jadi Tersangka

Kepri

Mentan : Gandeng Investor Pengembangan Sapi Di Kepulauan Aru

Karimun

Tiga SMK Di Kabupaten Karimun Laksanakan UNBK

Featured

Satresnarkoba Polres Tanjungpinang Ringkus 5 Orang Terduga Kasus Narkoba

Karimun

Kelabui Petugas, Seorang Pengedar Narkoba Simpan Sabu Dalam Kotak Susu

Berita

Bupati Meranti Didesak Minta Maaf, Sebut Orang Keuangan Iblis

Batam

DPRD Kepri Sepakat Bahas Kembali Perda RTRW
error: Content is protected !!