Liputankepri.com,Tanjungpinang – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam beberapa Universitas di Tanjungpinang demo di Gedung DPRD Provinsi Kepri Dompak, Selasa (25/09) pagi.
Mahasiswa yang terdiri dari Mahasiswa di Universitas Stisipol Raja Haji, UMRAH, STIE Pembangunan, dan STAI melancarkan 7 tentunya ke Kantor DPRD Provinsi.
Yang pertama, Mahasiswa meminta Produk perundang-undangan yang tidak pro kepada rakyat dan bertentangan dengan Pancasila akan batal demi hukum.
Kedua, Mahasiswa itu meminta Pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap Dollar.
Ketiga, Mahasiswa itu menolak keras pertemuan International Monetary Fund ( IMF ) yang akan diselenggarakan di Bali Pada Tanggal 28 Oktober 2018 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.
Keempat, Mahasiswa itu mengecam tindakan Refresif Aparat Keamanan terhadap para pengunjuk rasa.
Kelima, Mahasiswa itu mendesak dan mengingatkan Presiden Republik Indonesia Joko Wodoso agar segera merevisi Peraturan Presiden (PERPRES) No. 20 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).
Keenam, Mahasiswa itu juga meminta dan mendesak agar Pemerintahan Pusat segera menyenyelesaikan sejumlah daftar pelanggaran kasus Hak Asasi Manusia yang terjadi di Indonesia.
Tidak hanya sampai disitu, Mahasiswa itu juga menuntut kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini DPRD Provinsi Kepri untuk menstabilkan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Dari Defisit Anggaran.
Serta meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Untuk Lebih Pro Aktif Dalam Menyakapi Dan Menanggapi Berbagai Permasalahan Sosial Yang Menyebabkan Hancurnya Moral Generasi Muda Sebagai Penerus Bangsa.
Sekaligus meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk segera memperbaiki kinerja Yang Di Anggap Gagal Dalam Mewujudkan Tamadun Maritim Di Provinsi Kepulauan Riau Yang Tertuang Dalam Visi Misi Nya.
Menolak dengan tegas birokrat bermental korup di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Dan Mahasiswa itu juga meminta dan mendesak DPRD Provinsi Kepulauan Riau untuk segera mengevaluasi kinerja Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.
“Harus refleksi 16 Tahun berdirinya Provinsi Kepulauan Riau,” tegas Mahasiswa Pendemo itu.(budi)








