Liputankepri.com Karimun – Perhimpunan Melayu Raya Karimun serahkan bantuan seragam serta makan bareng bersama santriwan dan santri Wati pondok pesantren Mutiara Bangsa di Aula terbuka Pesantren,(24/01/2019).
Penyerahan secara simbolis ini sebagai bentuk kepedulian kite bersama,seperti yang telah diajarkan kepada kami semua oleh pembina utama Melayu Raya Bapak Yan Fitri Halimansyah.
Seperti yang disampaikan oleh pembina utama Melayu Raya yang mengatakan, “kite semue bersaudare,tiada hari tanpa teman baru,”inilah yang mendasari kita untuk selalu berbuat.
“Kita diajarkan oleh pembina utama Melayu Raya untuk saling berbagi antar sesama, meskipun kita berbeda namun kita semua bersaudara” ucap Daus, selaku ketua perhimpunan Melayu Raya Karimun.
Dirinya beserta kawan kawan Merasa terpanggil untuk turut serta merasakan apa yang dirasakan para santriwan dan santriwati.
“Kite turut merasakan apa yang dirasakan adik adik kite yang sedang berjuang di jalan Allah mereka nantinya yang akan menjadi ujung tombak bagi bangsa ini,oleh karena itu sangat perlu kita perhatikan. Kite berikan bantuan berupa pakaian,buku dan insyaallah nantinya akan kita berikan bantuan sepatu,” ungkap Daus
Ditempat yang sama pimpinan Yayasan Pondok pesantren mutiara bangsa Riadul Afkar, mengucapkan Ribuan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh pembina utama Melayu Raya melalui Melayu Raya Karimun untuk saling berbagi dengan pesantren.
” Ucapan Terimakasih kepada Pembina Melayu Raya beserta ketua Melayu Raya Karimun bersama rekan rekan ,semoga Allah balas semua kebaikan ini”.
Masih menurut Riadul, bahwa ada atau tidak adanya bantuan bukan hal yang utama, yang terpenting adalah menjalin silaturahmi. Dengan kunjungan Melayu Raya Karimun, Pengurus dannseluruh santriwati sangat bersyukur
” Melayu Raya jiwa muda, yang insya Allah nantinya akan mendapatkan naungan oleh Allah SWT, semoga generasi muda yang di Melayu Raya juga bisa memakmurkan masjid. Atas nama yayasan dan pribadi mengucapkan selamat atas dilantiknya ketua Muhammad firdaus beberapa waktu lalu,” kata Riaudul. (ron)








