Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Kejati Kepri: Wilayah Kepri Rentan Masuknya Barang Terlarang | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-22758 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured / Kepri

Jumat, 8 Februari 2019 - 09:27 WIB

Kejati Kepri: Wilayah Kepri Rentan Masuknya Barang Terlarang

Liputankepri.com,Batam – Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Edy Birton mengatakan, wilayah Kepulauan Riau (Kepri) rentan menjadi pintu masuk peredaran barang terlarang seperti narkoba, satwa dilindungi, elektronik dan obat serta makanan berbahaya.

Maka dari itu, Birton menegaskan, instansi terkait harus bersinergi perangi peredaran barang terlarang. Sebab, Wilayah Kepri 96% persen merupakan lautan, karenanya banyak pelaku kriminal memasukan barang terlarang kedalam kawasan Kepri.

“Seperti yang pernah diungkap oleh aparat di perairan Kepri hampir 3 ton lebih narkoba jenis sabu melintas diperairan ini,” katanya, pada Gatra.com, Kamis (7/02) di Batam.

Menurut Birton, kendala di lapangan memang cukup beragam bagi aparat penegak hukum. Sebab wilayah Kepri sebagian besarnya adalah lautan, oleh karenanya peran masyarakat sangat dibutuhkan.

“Barang bukti yang berhasil ditindak dari pelaku kriminal diperairan Kepri sangat luar biasa banyak. Maka ke depannya perlu penindakan yang cepat, tepat dan tegas,” ungkapnya.

Disamping itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar menambahkan, Batam masih mendominasi sebagai pintu masuk barang terlarang dari Luar Negri, sehingga perlu peran aktif Pemerintah guna meminimalisir pelanggaran hukum yang kerap terjadi dilaut.

Selain itu, peredaran obat dan makanan tanpa izin edar harus kita cegah, antara lain barang elektronik juga menjadi atensi untuk ditangkal masuk karena berdampak pada perekonomian Daerah.

“Maka perlu pengawasan ekstra dari stakeholder terkait, untuk intens dan serius menaggulangi peredaran terhadap barang ilegal,” tuturnya.***

Share :

Baca Juga

Batam

Rayakan Idul Adha, Amsakar: Mari Kita Teladani Nabi Ibrahim

Featured

Muhammad Tahar: 18 ribu Warga Karimun Yang Belum Melakukan Perekaman e-KTP

Featured

Ini Pembahas Pengembangan dan Pemanfaatan Kota Pusaka Tanjungpinang

Berita

Komisi II DPRD Karimun Usulkan Cicilan Pinjaman Bank

Karimun

Ormas Gagak Hitam Gelar Halal Bihalal Bersama Empat Negara Serumpun

Karimun

Peringati Hari Pahlawan 10 November 2019 Melayu Raya Karimun Terima Penghargaan dari Polres Karimun

Berita

Wabup Karimun tutup MTQ tingkat Kecamatan Kundur

Featured

PLT Bupati Meranti Buka Perkemahan Akbar Ketapang Permai, Ajak Pramuka Bersinergi Membangun SDM 
error: Content is protected !!