Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Ini Pembahas Pengembangan dan Pemanfaatan Kota Pusaka Tanjungpinang | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-21173 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Kepri / Tanjungpinang

Jumat, 23 November 2018 - 19:15 WIB

Ini Pembahas Pengembangan dan Pemanfaatan Kota Pusaka Tanjungpinang

Liputankepri.com,Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang serius membahas untuk Tanjungpinang menjadi kota Pusaka.

Sebagai tahap awal dilakukan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kota Pusaka Tanjungpinang. Diskusi dilaksanakan di Hotel Pelangi, Senin (19/11).

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd memberikan apresiasi yang tinggi kepada para narasumber dengan segala kesibukan masih menyempatkan waktu untuk  berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Terimakasih dan saya apresiasi kepada para narasumber yang  telah bekerja keras terkait rencana perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan kota Pusaka di Kota Tanjungpinang dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami masyarakat Kota Gurindam Negeri Pantun,” ujar Syahrul.

Sebagaimana yang diketahui bersama, Kota Tanjungpinang memiliki nilai strategis dalam konteks sejarah di wilayah bagian barat Indonesia.

“Kota Tanjungpinang merupakan pusat Kerajaan Riau Lingga yang berdiri pada tanggal 4 Oktober 1722, dan begitu banyak jejak peninggalan sejarah kerajaan Riau Lingga diwilayah kota Tanjungpinang yang masih bisa kita jumpai hingga saat ini, diantaranya terdapat Kota Rebah, Pulau Biram Dewa, Pulau Bayan dan tentu saja Pulau Penyengat,” tambah Syahrul.

Di Kota Tanjungpinang terdapat beberapa situs sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan, maka dari itu untuk melestarikan situs sejarah itu harus terbentuk kota pusaka seperti 52 daerah lain di Indonesia yang sudah terbentuk kota pusaka. “Hari ini merupakan tahapan diskusi dan hasil diskusi bersama tim yang sudah ahli dibidangnya, seperti ahli cagar budaya,  arsitektur, dan sebagainya. Kemudian hasil diskusi ini nanti akan kita rangkum dan akan kita kirim ke Kementerian PUPR dan Kementerian Pariwisata, mudah mudahan semua berjalan lancar dan Tanjungpinang masuk nominasi, kemudian bisa terpilih untuk menjadi salah satu kota pusaka yang ada di Indonesia,” tutupnya.

Dalam diskusi ini menghadirkan narasumber yaitu Ir. Dian Irawati, MT, Kasubdit Penataan Bangunan dan Lingkungan PUPR, Drs. Nurmatias Zakaria, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Yohannes Frizal, ST,

MT, PhD dari Departemen Teknik  Arsitektiur Universitas Riau, Ir. Febriyanti Suryaningsih, Direktur Eksekutif Pusat Dokumentasi Arsitektur, Punto Wijayanto, ST, MT, Anggota Tim Peneliti Pengembangan Wisata Sejarah Religi Seni Tradisi dan Budaya Kemenpar dan sebagai Moderator dalam diskusi ini Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Surjadi, MT selaku Sekretaris Tim Kota Pusaka.

Diskusi dihadiri juga oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj.Rahma, S.IP, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, H. Wan Raffiwar, Tokoh Masyarakat serta Kepala OPD yang tergabung dalam tim FGD. (Budi)

 

Share :

Baca Juga

Batam

Polisi Amankan Kapal Bawa BBM Ilegal di Perairan Selat Singapura

Batam

Bea Cukai Batam Kembali Amankan Pelaku Penyelundupan Sabu-Sabu

Berita

Bea Cukai Karimun Amankan Anggota Polresta Barelang Selundupkan 50 Vape Narkoba dari Malaysia

Featured

Peringati HUT RI ke-72 Satlantas Gratiskan Pengurusan SIM 

Featured

Dandim 0317/TBK : Maknai Hari Juang Kartika Dengan Penanaman 1000 Pohon di Desa Pangke

Featured

Tiga Tahanan Rutan Selatpanjang Kabur

Karimun

Bupati Karimun gelar rapat persiapan pelaksanaan Idul Adha, Ini hasilnya…

Karimun

Gubernur Kepri Ramah Tamah bersama Warga Kundur Barat
error: Content is protected !!