banner 200x200

Home / Featured / Nasional

Sabtu, 21 Mei 2016 - 11:59 WIB

Kemampuan Bicara Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Kurang

Liputankepri.com,Jakarta – Adanya perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat peta persaingan pekerja semakin ketat.

Kompetisi untuk memperebutkan lowongan pekerjaan bukan saja datang dari sesama pekerja Indonesia, tetapi juga dengan pekerja dari negara-negara lain di ASEAN.

Kemampuan penguasaan bahasa asing khususnya Inggris pun menjadi salah satu modal yang penting untuk mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain.

Apalagi kemampuan bicara dalam bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih kurang.

“Berdasarkan survey dari hasil test awal yang dilakukan calon siswa, 46,5% ditemukan memiliki kemampuan berbicara dua level lebih rendah di bawah kemampuan reading dan listeningnya,” terang Country Manager EF English Centers for Adults Indonesia, Patricia Setyadjie ketika ditemui di English First Center, di FX mall, Sudirman, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

“Kenyataannya, kemampuan berbicara memiliki peran sangat penting dalam komunikasi bisnis, Lalu bagaimana kita bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang lebih fasih dalam berbahasa Inggris, terlebih dalam perusahaan-perusahaan besar dan multinasional?,” lanjutnya.

Baca Juga :  Buaya Sepanjang 2 Meter Masuk Di Parit Jalan Meranti Laut

Sementara itu, Center Director EF English Centers for Adults, FX Sudirman, Mahardika Halim memaparkan, menurut data Karir.com yang dirilis Maret 2016 terhadap sektor industri, 42% perusahaan di Jakarta umumnya mengharuskan calon pencari kerja memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

Lalu dari data Karir.com lainnya menunjukkan 2 industri yang mensyaratkan skill bahasa Inggris ternyata juga menjadi industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Sebut saja Manufaktur dan Konstruksi. Industri lainnya adalah perdagangan, jasa, ritel, layanan kenyamanan (hospitality), komputer/IT, F&B, konsultan, finansial dan bank.

“Nah, di EF English Centers for Adults ini, kami memasukan berbagai skills ke dalam kurikulumnya seperti Creative Business Skills, Presentation Skills, Business Etiquette, Networking Skills, dan Building Confidence,” tutur Mahardika.

Baca Juga :  Soal 'Pemecatan', PNS Daerah dan Pusat Tak Dibedakan

Selain kemampuan Bahasa Inggris, sambung dia, kekurangan lainnya yang menimpa pekerja Indonesia adalah ketika melakukan presentasi, bagaimana mengomunikasikan idenya, serta membangun jaringan.

Selain itu, bagi para pekerja yang memiliki jam kerja yang tidak menentu, EF juga menarwakan kelas online yang jadwalnya tersedia 24 jam selama tujuh hari dalam seminggu dengan guru native speaker.

“Dengan semuanya ini, tidak ada alasan dan hambatan lagi bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang mutlak dibutuhkan sebagai skill dalam era abad 21 ini,” timpal Patricia.

Share :

Baca Juga

Featured

Mewakili Pj Bupati Kampar, Camat Kampar Dedi Herman Tinjau Lokasi Banjir Di Desa Penyasawan

Nasional

Gempa Bumi 5,5 Skala Ricter Guncang Cilacap

Featured

Anggota DPRD Karimun Dari Partai Demokrat Hadiri Perlombaan Jong Di Pantai indah Tanjung Melolo

Batam

Anjing Pelacak K-9 Bea Cukai Batam Berhasil Temukan Sabu Dalam Barang Kiriman

Meranti

Disambut Wakil Bupati, Atlet SOIna Meranti Diarak Keliling Kota Selatpanjang

Karimun

Bupati Karimun Hadiri Dialog Kebangsaan DPD GMNI Kepri

Meranti

Ini Pesan Wabup Meranti ” Jauhi Narkoba, Seks Bebas dan LGBT” Untuk Siswa – Siswi SMA I Selatpanjang

Featured

Kejari Karimun Musnahkan Ribuan Elektronik dan BB Sabu
%d blogger menyukai ini: