Liputankepri.com,Tanjungpinang – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mengatakan sekarang ini ada dua potensi yang menjanjikan bagi Provinsi Kepri. Apabila digarap dengan benar, kesejahteraan akan sangat cepat menghampiri Kepri. Kedua potensi tersebut adalah labuh jangkar dan partisipan interst (PI) 10 persen terkait pengelolaan minyak dan gas (Migas).
“Bagi Provinsi Kepulauan seperti Kepri yang merupakan jalur pelayaran internasional. Tentu punya potensi yang menjanjikan dibidang labuh jangkar,” ujar Iskandarsyah.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan, potensi kemaritiman Kepri dari sektor labuh jangkar, bunker dan aktivitas turunan lainnya bisa mencapai Rp 6 triliun pertahun. Sama halnya dengan PI Migas, karena Kepri punya 16 blok migas di Natuna dan Anambas.
“Dari penjelasan BMUD kemarin, di satu blok North West Natuna atau Ande-Ande Lumut dalam waktu 30 tahun Kepri bisa mendapatkan Rp320 triliun,” papar Iskandarsyah.
Legislator Dapil Karimun tersebut menambahkan, apabila potensi ini bisa dimaksimalkan. Kebutuhan Kepri untuk membangunan berbagai infrastruktur strategis seperti Jembatan Batama-Bintan (Babin), tidak perlu lagi menunggu investor.
“Sudah saatnya masyarakat Kepri sejahtera. Karena punya potensi-potensi yang luar seperti labuh jangkar, migas dan pariwisata,” tutup Iskandarsyah.
Source: jpg








