Liputan Kepri – Bersama surat ini kami bermaksud menanggapi sekaligus memberikan klarifikasi /hak jawab sehubungan dengan pemberitaan headline Media Floreseditorial.com dengan judul,
“Sempat Viral dengan Kasus Pemerasan Kepsek SDK Kedindi di Reo, Kordianus Lado Kembali Tersangkut Masalah Ini” yang terbit melalui media online pada Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB. dengan pertimbangan sebagai berikut;
1. Bahwa artikel yang dimuat oleh Media Floreseditorial.com dengan judul, “Sempat Viral dengan Kasus Pemerasan Kepsek SDK Kedindi di Reo, Kordianus Lado Kembali Tersangkut Masalah Ini” adalah pemberitaan yang tidak memiliki nilai kebenaran atas keseluruhan isinya serta tidak didasarkan pada fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi.
1.Terkait pemberitaan dugaan pemerasan yang terjadi tahun lalu, sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam penyebutan dugaan pemerasan tahun lalu, saya merasa ini bentuk kebencian dari penulis berita ini.
2.Terkait dengan objek dari berita yang dimuat terindikasi menggambarkan kebencian yang mengarah kepada pribadi terkait berita sebelumnya.
3.Terkait dengan legalitas saya sebagai seorang wartawan itu saya sudah merujuk sesuai kode etik jurnalis pada saat peliputan. Saya merasa keberatan jika penulis berita ini menyebut bahwa saya bukan wartawan. Sudah jelas-jelas disitu saya menggunakan KTA dan punya surat tugas. Ini juga merupakan bentuk kebencian penulis terhadap saya, karena jejak penulis ini juga banyak sekali rekam jejak yang melanggar kode etik jurnalis.
4. Bahwasanya di lokasi tambang juga telah melakukan liputan sesuai dengan kode etik. Jadi, tidak ada pemerasan seperti yang ada diberita. Disana, kami mewawancarai sopir dan pimpinan karyawan. Dalam wawancara tersebut, sopir ini menyebut nama saudara Rio yang sering ke lokasi dan sering pergi ke Baba Jimi.
5. Bahwasanya saudara Rio menelfon saya lewat handphone milik sopir, artinya saya sudah konfirmasi dengan saudara Rio melalui telfon. Namun, dalam pemberitaan seakan-akan pencatutan nama saudara Rio soal relasi dengan Baba Jimi katanya tidak ada konfirmasi.
6. Bahwasanya nama saudara Rio selalu disebutkan di mana-mana pada setiap perusahaan tambang ilegal di Manggarai Barat termasuk di PT WIKA.
Bahwa kami meminta agar Media Floreseditorial.com meminta maaf secara terbuka sekaligus mencabut dan atau meralat artikel berita di media online dengan headline” “Sempat Viral dengan Kasus Pemerasan Kepsek SDK Kedindi di Reo, Kordianus Lado Kembali Tersangkut Masalah Ini” Karna ini sudah masuk ke ranah privasi dengan sumber berita sepihak.
Oleh karena itu, kami meminta kepada media Floreseditorial untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan pemberitaan tersebut dalam waktu paling lama 1 x 24 jam terhitung sejak tanggal surat ini.
Hal ini sebagai bentuk untuk melayani hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (“UU Pers”) dan Kode Etik Jurnalistik (Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/5K-DP/III/2006).
Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih. Kami juga berharap agar hubungan Media Siber Liputan Kepri dengan Media Floreseditorial ke depannya menjadi lebih baik.***










