Lokasi Ibu Kota Baru RI Diputuskan Tahun Ini

- Jurnalis

Rabu, 24 Juli 2019 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com ,JakartaMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyampaikan, pemerintah hingga saat ini masih terus melakukan kajian perihal lokasi pasti dari Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Yang sudah pasti adalah ibu kota baru tersebut akan berada di Pulau Kalimantan. Bambang juga menjanjikan pada tahun ini sudah bisa diputuskan lokasi pastinya, sehingga pada 2020 semua persiapan termasuk masterplan dan detail desain ibu kota baru sudah bisa disiapkan. Kemudian tahun 2021-2024 mulai dilakukan proses konstruksi.

“Tahun inilah pastinya akan diumumkan (lokasi ibu kota negara baru). Kandidatnya di Pulau Kalimantan,” kata Bambang Brodjonegoro usai acara pemaparan hasil riset dampak ekonomi dari kehadiran layanan Grab, di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Di kesempatan sebelumnya, Bambang mengungkapkan beberapa hal yang menjadi kriteria dalam menentuan lokasi ibu kota negara baru, hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada Pulau Kalimantan. Antara lain lokasinya harus strategis, secara geografis berada di tengah wilayah Indonesia untuk merepresentasikan keadilan dan mendorong percepatan pembangunan wilayah Kawasan Timur Indonesia (Indonesia Centris).

Baca Juga :  Tiba di Gedung KPK, Bupati Kudus Diperiksa Intensif

Selain itu harus tersedia lahan luas milik pemerintah atau BUMN Perkebunan untuk mengurangi biaya investasi. Lahan tersebut juga harus bebas bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut. Lokasi tersebut juga harus memiliki sumber daya air yang cukup dan bebas pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  Indonesia Perjuangkan Kuota Haji 250.000 Orang

“Kalau kita bicara gempa bumi, tsunami dan gunung berapi, hanya Pulau Kalimantan yang tidak pernah mengalami bencana tersebut. Atas pertimbangan itu, kita akhirnya memilih Pulau Kalimantan karena risiko bencananya paling kecil,” ujar Bambang.

Hal lainnya yang juga dilihat adalah lokasi ibu kota negara baru ini harus dekat dengan kota yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur. Potensi konflik sosialnya juga rendah dan memiliki budaya terbuka terhadap pendatang, serta memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan. Karena Indonesia adalah negara maritim, letak ibu kota baru ini juga tidak boleh terlalu jauh dari laut.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru