class="wp-singular post-template-default single single-post postid-27127 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Kep Meranti / Nasional / Peristiwa / Riau

Kamis, 29 Agustus 2019 - 13:23 WIB

Pelanggaran Apa Saja yang Ditargetkan Operasi Patuh Muara Takus 2019?

Liputankeprcom,Selatpanjang | Operasi Patuh Muara Takus 2019 bakal dilaksanakan 29 Agustus – 11 September 2019 secara serentak di Indonesia. Lantas, pelanggaran apa saja yang akan menjadi target para petugas di lapangan?

Berdasarkan rilis dari Kasubbag Humas Polres Meranti, Iptu herman jalalludin, kepada liputankepri, Kamis (29/8/2019), ada 8 sasaran prioritas kepolisian, yaitu:

  • 1. PENGEMUDI MENGGUNAKAN HANDPHONE
  • 2. PENGEMUDI MELAWAN ARUS
  • 3. PENGEMUDI SEPEDA MOTOR
  • 4. BERBONCENGAN LEBIH DARI SATU
  • 5. PENGEMUDI DI BAWAH UMUR
  • 6. PENGEMUDI DAN PENUMPANG SEPEDA MOTOR TIDAK MENGGUNAKAN HELM SNI
  • 7. PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR
  • MENGGUNAKAN NARKOBA / MABUK
  • 8. PENGEMUDI BERKENDARA MELEBIHI BATAS KECEPATAN YANG DITENTUKAN

Saat memimpin apel gelar pasukan kesiapan Operasi patuh muara takus 2019, Kamis (29/8/2019) Kapolres Kepulauan Meranti La Ode Proyek, S.H, M.H, diwakli Wakapolres Kompol Irmadison, S.H, Selaku Pimpinan Apel, yang membacakan amanat dari Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo membacakan data operasi tahun lalu.

Jumlah kecelakaan lalu lintas operasi patuh muara takus tahun 2018 sebanyak 29 kejadian mengalami kenaikan 8 kejadian atau 38% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 21 kejadian.

Jumlah meninggal dunia operasi patuh muara takus tahun 2018 sebanyak 20 orang, mengalami kenaikan sebanyak 13 orang atau 186% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 7 orang

Selanjutnya,Jumlah korban luka berat operasi patuh muara takus tahun 2018 sebanyak 20 orang, mengalami kenaikan sebanyak 8 orang atau 67% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 12 orang.

Jumlah pelanggaran lalu lintas operasi patuh muara takus tahun 2018 sejumlah 11.258 pelanggaran mengalami penurunan sebanyak 4.702 atau 29,46% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 15.960 pelanggaran.

Dengan sasaran penindakan pelanggaran lalu lintas tersebut di atas maka diharapkan operasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang lalu lintas serta menekan jumlah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas sehingga terwujud Kamseltibcarlantas yang mantap,” kata Wakapolres. (An)

Share :

Baca Juga

Berita

Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan, Kemnaker Perkuat Sistem Pengawasan

Bengkalis

Pemdes Kelemantan Gelar MusrenbangDes RKP Desa Tahun 2025–2026

Ekonomi

Bupati Meranti Pimpin Rakor Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan, Perjuangkan Hak Masyarakat Atas Lahan Yang Masuk Kawasan Hutan

Kep Meranti

Garap Lahan Milik Aling Dua Warga Meranti Ditangkap Polisi

Berita

Cegah wabah Covid-19, Sholat tarawih dan Ied tidak digelar

Ekonomi

Riau Dilanda Fenomena Madden Julian Oscillation

Berita

Rapat Konsolidasi 20 Cabor Tegaskan Dukungan Kepada Bocank Tak Akan Berubah

Featured

Sejahterakan Masyarakat Pedesaan Dengan Program Kampung KB
error: Content is protected !!