class="wp-singular post-template-default single single-post postid-30410 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Karimun / Kepri / Pendidikan

Jumat, 13 Maret 2020 - 13:49 WIB

Pemkab Karimun gelar Bimtek Kontruksi

Karimun – Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh memberikan pembekalan dan bimbingan teknis Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK) bagi 45 Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku penyedia jasa konstruksi yang dibiayai oleh negara.

“Bimbingan teknis (bimtek) ini sengaja kita berikan kepada aparatur penyedia jasa. Sehingga mereka memiliki modal dalam melakukan pengawasan pekerjaan konstruksi,” kata ketua panitia bimtek, Rita Zahara di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Bimtek SMKK bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun itu diselenggarakan selama tiga di ruangan workshop SMKN 1 Karimun, Bati, Kecamatan Tebing.

Baca Juga :  Anggota DPRD Karimun,Raja Rafiza Dukung Nelayan yang ditahan di Malaysia

Rita mengatakan, narasumber dalam bimtek tersebut berasal dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh.

Bimtek ini dilaksanakan secara bertahap, dan pada tahap berikutnya akan menyasar penyedia jasa konstruksi, baik kontraktor maupun konsultan.

Narasumber bimtek, Hari Laksmanto mengatakan, bimtek tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat no21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.

“ASN harus memahami fungsi SMKK untuk keselamatan dalam pengerjaan konstruksi. Pekerja selamat, dan hasil konstruksi juga bagus dan bebas dari kecelakaan kerja,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karimun, Muhammad Zulfan menyambut baik bimtek yang digelar bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Baca Juga :  WTP Bukan Jaminan Bebas Korupsi

ASN yang mengikuti bimtek, menurut Zulfan, merupakan ASN yang bertugas di pelayanan yang terkait dengan pelaksanaan jasa konstruksi, seperti pokja lelang atau tender proyek fisik, dan ASN yang nantinya menjadi PPK dan PPTK proyek fisik.

“Sebagai panitia lelang, ASN tentu harus menguasai Sistem Manajemen Keselamatan Kerja dan harus mempunyai sertifikat SMKK. Karena, proses lelang tahun ini sudah diberlakukan aturan mengantongi sertifikat K3 bagi tenaga ahli dari penyedia jasa konstruksi,” jelasnya.***

Share :

Baca Juga

Berita

Hari Pertama Jabat Plt Gubernur, Marlin Agustina Membuka High Level Meeting Pengendalian Inflasi

Berita

Kapolres Kep Meranti Berbuka Bersama & Berikan Santunan Anak Yatim Di Yayasan Al hidayah

Berita

Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Area Kuburan Cina Selatpanjang, Ini Penjelasan Polisi

Berita

Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Kapolres Kampar Tinjau Langsung Embung di Desa Koto Tibun

Karimun

Soal Dugaan Gratifikasi,KPK Sita Duit Nurdin Basirun Sekitar Rp 6,1 miliar

Berita

Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia

Berita

Syukuran HUT Satpam ke 44, Wakapolres Kep Meranti : Sinergitas selalu terjaga, Satpam Semakin Maju

Advertorial

Pemkab Bengkalis dan Delegasi Jepang Jalin Sinergi Menuju Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan
error: Content is protected !!