Pemprov Kepri Bentuk Satgas Optimalisasi Pajak Daerah

- Jurnalis

Selasa, 23 Maret 2021 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan membuat rencana aksi tindak lanjut dan membentuk tim atau Satgas Optimalisasi Pajak Daerah. Hal ini untuk menindaklanjuti usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Terdapat data di beberapa instansi terkait, melihat kekurangan- kekurangan yang ada, kiranya perlu kita membentuk tim atau satgas untuk mengoptimalkan potensi pajak dan pendapatan daerah. Mudah-mudahan akan membantu membuka potensi baru atau dapat mengoptimalkan sumber pendapatan yang sudah ada,” kata Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah  saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Satgas Korsubgah Wilayah I KPK RI Di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Selasa (23/3)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kata Arif, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Satgas Korsupgah Wilayah I KPK RI. Karena berkenan memberikan pencerahan dan mendampingi dalam rangka konsentrasi dalam bidang pendapatan daerah.

“Para kepala OPD dan jajaran yang hadir saat ini adalah yang saling memiliki keterkaitan dalam bidang pendapatan daerah Provinsi Kepulauan Riau sehingga pendapatan daerah khususnya pajak dapat di monitoring dan di evaluasi,” ungkap Arif

Sementara itu, Kaban BP2RD Reni Yusneli dalam laporannya menyampaikan PAD Provinsi Kepulauan Riau setidaknya terdiri dari pajak, retribusi, dan penerimaan lain-lain yang sah.

Baca Juga :  Mendagri Lantik Suhajar Diantoro Sebagai Pj Gubernur Kepri

Khusus Pajak Daerah, terdiri dari 5 jenis pajak. Yakni pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak rokok.

Sedangkan capaian realisasi pajak Provinsi Kepri, kata Reni, dalam kurun waktu 2018 sampai dengan 2020, selalu melampaui target, dengan rincian 105,9 persen di tahun 2018, 108,2 persen di tahun 2019, dan 109,4  di tahun 2020.

“Adapun capaian realisasi pajak terkecil bersumber dari pajak air permukaan. Hambatan yang dihadapi di lapangan adalah belum sinkronnya data di BP2RD dengan data-data di OPD terkait seperti Dinas ESDM, DPMPTSP, dan lainnya mengenai perizinan dan perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi dan memanfaatkan air permukaan. Petugas UPT kami di lapangan pun menemui hambatan saat akan meninjau langsung perusahaan-perusahaan tersebut,” ungkap Reni.

Mengenai upaya penagihan tunggakan pajak, Reni mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bekerja sama sama dengan pihak-pihak terkait.

“Kami sudah bekerja sama dengan Asdatun Kejati Kepri berkaitan dengan tunggakan pajak air permukaan dan Dirlantas Polda Kepri terkait tunggakan pajak kendaraan bermotor. Ada pula upaya paksa terhadap wajib pajak yang menunggak pajak dengan melatih tim “juru sita” dalam rangka tingkat kepatuhan semakin tinggi,” lanjutnya

Sementara itu Kepala Satgas Korsubgah Wilayah I KPK RI Maruli Tua menekankan bahwa fokus pencegahan korupsi sektor pendapatan dan aset sama besarnya dengan sektor belanja.

Baca Juga :  Oknum PNS Pemprov Kepri Digerebek Bareng Istri Orang Dirumah Kos

KPK akan komit bersama Pemda, penegak hukum dan para stakeholder. Komitmennya sama, bagaimana mendapat manfaat dari optimalisasi pendapatan daerah. Secara umum cukup baik dan cukup banyak yang dapat dioptimalkan karena Kepri salah satu provinsi yang kaya. Sangat banyak kesempatan Pemerintah Provinsi mensejahterakan rakyatnya” ujarnya

Satgas Korsubgah Wilayah I KPK RI pun mengapresiasi inovasi Pemprov Kepri dalam hal tata cara pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan sistem pembayaran yang ada seperti di minimarket. Dapat terus dikembangkan seperti sistem host to host. Pajak yang masih sangat bisa dioptimalkan adalah pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan pajak air permukaan.

“Untuk pajak air permukaan rendah sekali. Semua perusahaan industri  tambang pasti melakukan logpond. Selain bahan bakar, perusahaan-perusahaan pasti juga butuh air. Untuk itu saya kira perlu dibentuk suatu tim atau Satgas, dengan ketua Inspektur Daerah untuk mereview, sekretaris Kaban BP2RD, dan anggota dari OPD terkait. Arahnya intensifikasi dan ekstensifikasi,” usulnya.

Turut hadir dalam Rakor ini Inspektur Daerah Provinsi Kepri Irmendas, Kadis  DPMPTSP Syamsuardi, Kadis ESDM Hendri Kurniadi, Kadis PU Abu Bakar, dan Plt. Kadis DKP Agoes Sukarno.**

(Ura/Komhumas)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan
Batam Magnet Investasi Nasional: Investasi Riil Capai Rp69 Triliun
Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan
PT TIMAH Tbk Hadir di Tengah Umat, Bantu 52 Rumah Ibadah Sepanjang Tahun 2025
PT TIMAH Tbk Tanam Belasan Ribu Mangrove di Kundur dan Meranti untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:39 WIB

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:42 WIB

Bupati Kasmarni Tinjau PAUD di Bantan Timur, Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54 WIB

Ipda.Vicky Satria Irawan, SH,MH, Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Polsek Siantan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:50 WIB

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Berita Terbaru