Karimun – Sempat terjadi pro dan kontra terkait lapak Ramadhan di sekitaran Pasar Puan Maimun dibolehkan apa tidak dibolehkan akhirnya mempunyai kejelasan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Devanan Syam selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) pada awak media ini usai gelar pertemuan antara pengelola lapak dengan pihak Perusda, Sabtu malam (02/04/2020) di ruangan security Pasar Puan Maimun.
Dalam pertemuan tersebut Devanan mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada permasalahan terkait diselenggarakan lapak Ramadan di sekitaran Pasar Puan Maimun, sebab ini semua menyangkut banyak kepentingan.
“Dan saya tidak bisa ikut campur terkait lapak Ramadhan, karena ini bukan di lahan Perusda. Hanya saja ada permintaan dari beberapa pedagang Blok A untuk stan yang dibangun jangan sampai menutup akses kedalam pasar”, ucap Devanan.
Dari pertemuan antara pihak Perusda dengan pengelola lapak Ramadan didapatlah kesepakatan bahwa untuk stan yang telah dibangun sebanyak sembilan stan yang berada disebelah kiri dari depan dipangkas menjadi enam stan.
“Kita semua sudah sepakat untuk stan sebelah kiri dari depan semulanya sembilan stan kita minta pangkas menjadi enam stan saja, dan ini sudah kita sepakati bersama baik dari pihak Perusda maupun pengelola lapak Ramadhan, tegas Dev.
Masih Devanan menjelaskan, bahwa sebenarnya Pemerintah tak ada masalah, tapi harus ada penanggung jawab dari penyelenggara.
Sementara itu ditempat yang sama Bachrum Efendi,SH sebagai Penasehat Hukum dari pengelola lapak Ramadhan mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah yang telah ikut andil dalam permasalahan lapak Ramadhan 1443 H.
“Saye mewakili dari semua pihak baik itu pengelola maupun pedagang mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik itu pemerintahan dalam hal ini bupati Karimun, Camat Karimun, Lurah Seilakam Timur, Dirut Perusda, Disperindag, Satpol-PP, Dishub, Polsek Karimun, Babinsa, ormas KPK, dan pemuda setempat yang tidak bisa disebutkan satu persatu, semoga kegiatan lapak Ramadhan berjalan sesuai harapan”,ucap Bachrum Efendi yang akrab disapa Edy.
Edy juga menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan lapak Ramadhan nantinya tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai mana yang telah ditentukan.
” Kita akan bangun posko Penanganan covid-19, menyediakan spanduk himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan bagi para pengunjung maupun pedagang, kita juga akan siapkan wadah untuk mencuci tangan di beberapa titik, dan kita juga siapkan tim kontrol dilapangan agar semua bisa berjalan sesuai harapan, jelas Edy.
Dari pantauan awak media ini dilokasi tanpak hadir dipertemuan pihak Kecamatan, Kelurahan, Satpol-PP, Prusda, Dishub, Kepolisian, Babinsa, Ormas KPK, Pemuda Sel Lakam Timur serta beberapa tokoh masyarakat.**








