class="post-template-default single single-post postid-255273 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Bengkalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 20:23 WIB

Perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis Gelar Sosialisasi dan Capacity Building

BANTAN, liputakepri.com – Untuk memajukan dan memberi pelayananan yang baik bagi usaha Mikro, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis menggelar Sosialisasi dan Capacity Building Pengguna Qris Ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa, 9 Juli 2024, di Gazebo Utama Pantai Indah Selat baru.

Diikuti 40 peserta pelaku usaha mikro UMKM, kegiatan ini dibuka oleh Bupati Bengkalis diwakili Kabag perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis, H. Khairi Fahrizal.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis menyambut baik dengan dilaksanakannya sosialisasi Capacity Building TPAKD ini sebagai sarana untuk dapat meningkatkan kapasitas dan capaian target indeks inklusif keuangan tahun ini.

Selain itu, Bupati Bengkalis Kasmarni juga menegaskan kepada TPAKD untuk tetap dapat mengejar target dari tujuh program kerja TPAKD yang telah disusun, agar masyarakat dapat merasakan secepatnya dampak dari seluruh program kerja TPAKD Kabupaten Bengkalis tahun 2024.

“Target kita ketujuh program tersebut harus mencapai 100% (persen), agar peran Pemerintah dalam memastikan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Bengkalis terlaksana dengan optimal”. Tegas Kasmarni

Kasmarni juga berharap TPAKD Kabupaten Bengkalis dapat lebih termotivasi dalam mengimplementasikan seluruh program kerja TPAKD secara optimal terhadap target-target capaian yang telah dirumuskan.

“Kami berharap TPAKD dapat lebih termotivasi dan siap mengimplementasikan seluruh program kerja dan dapat menyelaraskan target capaian”
harapnya.

Sosialisasi ini ditujukan kepada pelaku usaha mikro UMKM yang berada di sepanjang jalur Pantai Indah Selat Baru dengan tujuan agar disaat pengunjung dari luar maupun dalam daerah yang datang bisa membayar tidak hanya menggunakan uang tunai akan tetapi juga bisa melalui Qris.

Kegiatan ini menghadirkan 2 Narasumber dari Lembaga Perbankan Kabupaten Bengkalis, Pimpinan cabang Bank BRK Syariah Bantan, Nofri Suyono dan Pimpinan cabang Bank MANDIRI Bengkalis, Markos Lumbantoruan.

Saat acara berlangsung, pelaku usaha UMKM yang belum menggunakan Qris langsung didaftarkan dan diambil data oleh petugas perbankan yang ada dilokasi acara.

Pembuatan Qris untuk para pelaku usaha UMKM ini dibagi beberapa kelompok yang dipandu oleh Kepala Pimpinan Cabang Bank BRKS Kecamatan Bantan.

Diakhir sambutannya, Kabag perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis berharap agar pelaku usaha mikro UMKM bisa menggunakan Qris untuk transaksi pembayaran.

“Kami berharap semua pelaku usaha UMKM sudah bisa menggunakan Qris yang merupakan tujuh program TPAKD Kabupaten Bengkalis.” harap Khairi

Hadir dalam acara ini Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis, H. Khairi Fahrizal, Kepala UPTD. Pengelolaan Wisata Kecamatan Bantan, Chandra, Kepala UPT. Pengelolaan sampah Kecamatan Bantan, Suprapti, Kepala UPT. Perlindungan Konsumen dan Pengembangan Industri Kecil Menengah Kecamatan Bantan, Harmadayanti dan peserta pelaku usaha UMKM Pantai Indah Selat baru.|Safrizal

Share :

Baca Juga

Bengkalis

Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kapolsek Siak Hulu dan Kapolsek Tapung Hulu Polres Kampar

Bengkalis

Bupati Bengkalis Lantik Suherman,S.Sos menjabat PJ Kades Senggoro.

Bengkalis

KETUA PPS DESA PRAPAT TUNGGAL LANTIK 28 KPPS SECARA SERENTAK

Bengkalis

Hadiri Pelantikan Pengurus FW RPG Bengkalis, Bupati Harapkan Insan Pers Miliki Kedudukan Penting Dalam Pembangunan Daerah

Bengkalis

Wakil Ketua DPRD Bengkalis Minta APH Dalami Administrasi Keuangan Sekwan

Bengkalis

Pimpin Rapat Anev Bulanan Tegaskan Persiapan Pengaman Pilkada Serentak, Ini Pesan AKBP Asep Sujarwadi

Bengkalis

Dinas PUPR Bengkalis memeriahkan festival lampu colok tampilkan gambar jembatan Pulau Sumatera

Bengkalis

Jelang Libur Sekolah, Disdik Bengkalis Keluarkan Surat Edaran Larangan Lakukan Study Tour