Home / NTT

PKN Mabar Menilai Adanya Kejanggalan Proyek Irigasi Wae Sar

- Jurnalis

Senin, 29 Agustus 2022 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mabar – Kejanggalan proyek peningkatan Irigasi Wae Sar, Desa Kombo Tengah Kec. Macang Pacar kini disikapi secara serius oleh PKN dan Dinas Cipta karya melalui RDP di kantor dinas Cipta karya, Jumat ( 26/08).

Dalam pertemuan itu di pimpin oleh Kadis Cipta karya untuk mendengarkan paparan dari PKN.

Lorens Logam selaku ketua PKN Mabar memberikan paparan dari hasil investigasi di lapangan. Dalam pemaparannya Logam pertanyakan proses perencanaan proyek tersebut.

Menurutnya persoalan tersebut cukup masif karena mendapat penolakan dari petani setempat yang lahannya digunakan untuk saluran air.

Kami mendapat pro kontra realisasi pekerjaan ini karena tidak ada sosialisasi. Akibat pro kontra ini terjadi pergeseran segmen saluran tersier ke tempat yang lain.
Hal ini telah menimbulkan perbedaan gambar kerja dan realisasi pekerjaan.

Berikutnya keterangan Logam, persoalkan material yang digunakan tidak mengikuti panduan teknis, mestinya segala material yang digunakan mesti diuji secara laboratorium untuk menentukan kualifikasi komposisi campuran yang berkualitas.

Informasi yang kita dapatkan di lapangan, kuari dari Reo yang digunakan dan tidak melakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Ini kan sudah jadi pelanggaran,” ungkapnya.

Yang lebih parahnya lagi, pada saluran tersier mengalami kebocoran air melalui dinding dan tidak terjadi pada satu sisi saja, terjadi di dua sisi.

Kalau persoalannya seperti ini maka ada yang salah dalam metode pekerjaan tersebut. Yang lebih parahnya lagi, sejak dimulainya pekerjaan tidak menggunakan MOLEN (Mesin pengaduk beton.)

Ini berdampak buruk pada mutu campuran. Ini sudah terjadi kebocoran uang negara. Karena di RAB jelas sekali item pekerjaan.

Dan yang terakhir itu, minimnya pengawasan tim teknis, baik dari pihak penyedia jasa, konsultan pengawas maupun dari pengawasan dari dinas terkait.

Sementara buruh di lapangan tidak punya kompetensi di bidang teknis, bagaimana baca gambar dan dimensi pekerjaan. Ini udah gak beres.

Kami dorong kepala dinas dan bidang irigasi, supaya bongkar itu pekerjaan. Kalau bisa PHK itu kontraktor pelaksana.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya hingga kina sudah dihubungi namun belum ada jawaban.**

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Pinjam Bendera Proyek Puskesmas Paga, Kajari Sikka Harus Contoh Ketegasan Kajari TTU
Pakaian Bekas Impor Marak di Mabar, Disperindag Dan Bea Cukai Terkesan Tutup Mata
Ketua Komisi III DPRD Mabar Desak Pemda Mabar Tertibkan Tambang Di Kawasan Hulu Sungai Kali Wae Mese
Langgar Permentan, Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Desa Mbuit Mark Up Harga Diatas HET
Dugaan Mega Korupsi Ditubuh Pemda Mabar Seret Tiga Nama Pejabat
Haji Ansar Akan Dipolisikan Oleh PT Citra Meutia Energi Sebarkan Berita Hoax
Tiga Dusun Di Desa Sambi Dapat Restu UP2K PT PLN Ruteng
Tuntut Kembalikan Tanah Masyarakat Yang Dirampas Mafia, Kantor BPN Mabar Didemo Massa

Berita Terkait

Senin, 27 Maret 2023 - 20:20 WIB

Modus Pinjam Bendera Proyek Puskesmas Paga, Kajari Sikka Harus Contoh Ketegasan Kajari TTU

Selasa, 21 Maret 2023 - 20:03 WIB

Pakaian Bekas Impor Marak di Mabar, Disperindag Dan Bea Cukai Terkesan Tutup Mata

Sabtu, 11 Maret 2023 - 09:07 WIB

Ketua Komisi III DPRD Mabar Desak Pemda Mabar Tertibkan Tambang Di Kawasan Hulu Sungai Kali Wae Mese

Kamis, 9 Maret 2023 - 11:42 WIB

Langgar Permentan, Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Desa Mbuit Mark Up Harga Diatas HET

Selasa, 7 Maret 2023 - 19:03 WIB

Dugaan Mega Korupsi Ditubuh Pemda Mabar Seret Tiga Nama Pejabat

Berita Terbaru

Kepri

Diskominfo Kepri Terima Audiensi BRINUS Kepri

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:46 WIB

Dua pemuda diringkus polisi

Bengkalis

Dua Pemuda di Mandau Diringkus Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:29 WIB

Kep Meranti

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB