class="wp-singular post-template-default single single-post postid-265501 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Advertorial / Berita / Potret Timah

Senin, 23 Februari 2026 - 22:56 WIB

PT TIMAH Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Nelayan di Karimun, Amri: Bantuan yang Kami Harapkan

KARIMUN — Jaring masih menjadi alat tangkap utama yang diandalkan nelayan untuk menopang produktivitas dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, PT TIMAH (Persero) Tbk secara berkelanjutan menyerahkan bantuan alat tangkap bagi nelayan di wilayah operasional Perusahaan.

Seperti kali ini, PT TIMAH Tbk kembali menyerahkan bantuan alat tangkap berupa jaring udang kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumur Air Mawar, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun pada pekan lalu.

Bagi nelayan, jaring bukan sekadar perlengkapan, melainkan aset kerja utama sebagai mata pencharian mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kenaikan harga perlengkapan melaut, keberadaan jaring yang layak pakai dinilai sangat menentukan hasil tangkapan.

Bantuan tersebut disambut antusias para anggota KUB Sumur AIr Mawar yang mayoritas nelayan tradisional yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan udang di perairan pesisir Pantai Kobel.

Baca Juga :  Bupati Kasmarni Tinjau Hutan Talang dan Rencana Pengalihan Arus Kendaraan, Siapkan Fasilitas Olahraga dan Lalin Tertib di Duri

Ketua KUB Sumur Air Mawar, Amri, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyebutkan, ini merupakan kali pertama kelompoknya menerima dukungan alat tangkap dari PT Timah Tbk.

“Alhamdulillah, kami sangat antusias dan terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang sudah membantu jaring. Karena harga jaring sekarang tidak sebanding dengan penghasilan nelayan. Bantuan ini sangat kami harapkan,” ujar Amri.

Menurut Amri, saat ini sedang memasuki musim udang dengan harga jual yang cukup baik. Dengan alat tangkap baru, para nelayan optimistis hasil tangkapan dapat meningkat.

“Sekarang musim udang dan harganya lumayan. Dengan jaring baru, tentu bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan,” katanya.

Sebagai nelayan tradisional, anggota KUB biasanya menangkap udang di pesisir Pantai Kobel dengan hasil tangkapan yang tidak menentu. Keterbatasan alat tangkap kerap menjadi kendala.

Baca Juga :  Pemdes Penebal Tetapkan Data Indeks 2025 Lewat Musyawarah Bersama

Jaring udang yang digunakan sering rusak dan harus diganti setiap tiga hingga empat bulan. Sementara itu, harga alat tangkap terus mengalami kenaikan, sedangkan harga jual udang tidak selalu stabil.

“Penghasilan kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau jaring rusak, mau beli baru terasa berat karena harga tidak seimbang dengan pendapatan,” katanya.

Dengan adanya bantuan jaring baru, nelayan tidak hanya dapat mengganti jaring yang rusak, tetapi juga menambah jumlah alat tangkap yang digunakan. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan.

Bantuan alat tangkap ini menjadi bagian dari upaya PT TIMAH Tbk dalam mendukung pemberdayaan pesisir masyarakat di wilayah operasional perusahaan. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Asmar Siap Evaluasi Tarif Angkut Buruh, Dorong Solusi Bersama Pengusaha

Anambas

Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Natuna.

Batam

Tutup Kejuaraan Taekwondo, Rudi Ingin Olahraga Batam Terus Berjaya

Berita

HUT Ke 24 Kecamatan Rangsang, Adakan Pertandingan Bola Kasti dan Sepakbola

Berita

804 Calon Siswa Bintara/Tamtama TA 2021 Polda Riau Lolos Ketahap Pemeriksaan Kesehatan II

Berita

Walikota Tanjungpinang Mendadak Pemeriksaan Test Swab

Berita

Polsek Minas Ringkus Pelaku Pencurian Motor dan HP di Pondok Kebun, Pelaku Sempat Kabur ke Solok

Berita

Capaian Tahun 2024, BP Batam Sukses Genjot Nilai Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
error: Content is protected !!