class="wp-singular post-template-default single single-post postid-19514 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Kepri / Nasional

Rabu, 15 Agustus 2018 - 07:48 WIB

Puan Sebut Asman Abnur Dicopot demi Penguatan Koalisi Indonesia Kerja

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengikuti jejak Presiden Joko Widodo membuat jaket kustom bertema Asian Games 2018. Jaket kustom berwarna merah itu ia kenakan di atas panggung panggung Konser 100 Hari Menjelang Asian Games 2018, Kamis (10/5/2018) malam. (Humas Kemenko PMK)

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengikuti jejak Presiden Joko Widodo membuat jaket kustom bertema Asian Games 2018. Jaket kustom berwarna merah itu ia kenakan di atas panggung panggung Konser 100 Hari Menjelang Asian Games 2018, Kamis (10/5/2018) malam. (Humas Kemenko PMK)

Liputankepri.com,Jakarta – Presiden Joko Widodo menunjuk Wakapolri Komjen Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi. Ia menggantikan Asman Abnur yang mengundurkan diri. Pelantikan Syafruddin sebagai Menpan-RB rencananya akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (15/8/2018) hari ini.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku sudah mendapatkan undangan untuk hadir di pelantikan Syafruddin. “Saya baru mendapat kabar dari kantor besok pagi pukul 10.00 WIB ada undangan pelantikan,” kata Bambang kepada Kompas.com, Selasa (14/8/2018) malam.

Bambang mengatakan, ia akan hadir dalam pelantikan tersebut. Sebab, ia dan Syafruddin selama ini memiliki hubungan yang baik. “Insya Allah hadir,” kata Ketua Umum Partai Golkar ini. Adapun, Asman Abnur mengundurkan diri dari kabinet kerja karena partainya, PAN, memilih mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Asman mengaku tidak mau menjadi beban bagi Jokowi dan pemerintah.

Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, pencopotan Asman Abnur dari jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah untuk memperkuat partai politik koalisi pendukung Jokowi pada Pemilu 2019 atau yang bernama Koalisi Indonesia Kerja. Sebab, komposisi partai politik pendukung Jokowi saat ini sudah berubah dibandingkan pasca-Pemilu 2014.

Baca Juga :  Polda Kepri Amankan Kurir Sabu Antar Propinsi

Partai Amanat Nasional (PAN), partai politik tempat Asman bernaung, memilih tidak lagi mendukung Jokowi pada Pemilu 2019. “Kalau melihat secara etika, apa pun, PAN sudah menyatakan mendukung capres dan cawapres berbeda dengan yang ada di pemerintahan hingga 2019,” ujar Puan saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa (14/8/2018).

“Kalau melihat seperti itu, memang sangat dimungkinkan (pencopotan Asman) untuk memperkokoh dan memperkuat koalisi yang terbentuk sekarang, ya mengundurkan diri saja,” ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

Saat ditanya apakah pencopotan menteri asal PAN itu merupakan dorongan dari koalisi partai politik pendukung Jokowi di Pemilu 2019, Puan mengaku tidak mengetahuinya. Ia mengaku tidak terlibat di dalam perbincangan di antara ketua-ketua umum partai politik mengenai nasib menteri asal PAN.

Baca Juga :  Kondisi AK Sudah Mulai Membaik,Polisi Buru Tersangka Baru

Demikian juga ketika ditanya soal apakah koalisi pendukung Jokowi juga mengajukan pengganti Asman, Puan mengaku tidak mengetahuinya. “Saya enggak dengar soal itu. Saya belum dengar sama sekali. Tapi itu kan hak prerogatifnya Pak Presiden. Jadi ya tunggu saja keputusannya Bapak Presiden seperti apa,” kata dia. Sebelumnya,

Asman Abnur mengatakan bahwa dia telah menemui Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kamis pagi tadi. Ia menyampaikan keinginan untuk mundur dari kabinet.

Langkah tersebut ingin dia ambil karena PAN mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. “Tadi pagi saya menghadap Pak Pratikno ingin menyampaikan kegalauan saya. Kan saya ini menteri dari PAN, sementara PAN ini tidak mendukung Pak Jokowi,” kata Asman kepada Kompas.com, Selasa.

“Tentu saya harus berpikir jangan sampai saya jadi beban pemerintah, beban Pak Presiden. Kalau diperkenankan, saya mohon kalau bisa diizinkan untuk mundur,” kata dia.***

 

Share :

Baca Juga

Karimun

PKTM II di Gelar Selama Tiga Hari, Ini Tujuannya

Featured

Trade | Khám Phá Thế Giá»›i Cá Cược Trá»±c Tuyến Cùng Nhà Cái BET88 – Uy Tín, An Toàn và Hấp Dẫn | 39-2025

Featured

Bupati Inhu Ikut Bertanding Melawan Club Sepak Bola Meranti

Featured

Breaking News Update : Takut Terjebak Tindak Pidana Korupsi,Simak Ulasan Videonya

Featured

Polda Kepri Resmi Naik Menjadi Type A

Karimun

Satu Anggota Polres Karimun Dipecat Dari Kesatuan, Ini Sebabnya

Berita

Polres Karimun Amankan 17 Orang Tersangka Kasus Narkoba

Berita

Wabup Lantik 111 Pejabat Eselon II, III dan IV Dilingkungan Pemkab Meranti
error: Content is protected !!