class="wp-singular post-template-default single single-post postid-44906 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Riau

Jumat, 6 Mei 2022 - 15:51 WIB

Ribuan Material RTLH Dari Aspirasi DPRD Provinsi Riau Di Desa Renak Dungun Dijual Oknum Pokmas

Meranti– Masyarakat Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, merasa bahagia dengan adanya pengalokasian anggaran sebesar lebih kurang Rp 1,120 miliar untuk pembagunan RTLH sebanyak 16 unit, setiap satu unit rumah diperkirakan lebih kurang Rp 70 juta.

Program bantuan rumah tinggal layak huni (RTLH) aspirasi anggota DPRD Provinsi Riau Hj Farida Saad partai Nasdem itu, yang dilaksanakan Pokmas desa setempat kini menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat termasuk salah seorang anggota Pokmas yang berkecimpung mengurus kegiatan tersebut,Jumat 06/05/2022.

Pasalnya, dari beberapa anggota Pokmas gaji yang didapatkan tidak lebih kecil tidak sesuai dengan catatan, di situ juga terungkap ribuan material berupa batu bata diduga dijual oleh pengganti ketua Pokmas yang melaksanakan program tersebut berinisial AS.

Sebagai mana dikatakan salah seorang anggota Pokmas selaku bagian dokumentasi perkerjaan RTLH berinisial EF mempertanyakan dan meminta gaji yang merupakan haknya tidak sesuai dengan catatan awal.

“Setelah ketua Pokmas meninggal dunia, program pengerjaan RTLH dilanjutkan sekretaris AS dan saya bagian dari dokumentasi hanya mendapat Rp 2 jt tidak sesuai dengan catatan awal dan saya yang paling kecil dari anggota Pokmas lainya, saya tanya dengan AS, dia bilang perkerjaan tekor dan banyak hutang,” Kata EF kepada media ini melalui via telfon, Senin 25/04/2022 sore.

Lanjutnya,”Yang lebih parahnya ribuan sisa-sisa material seperti batu bata setiap rumah ada yang ada seribu lebih ada yang dua ribu lebih setiap rumah tu dijual dan tidak ada memberi tahu kepada pengurus berapa yang di dapatkan,”ujarnya.

“Untuk angaran lebih kurang sebesar Rp 1,120 miliar itu termasuk untuk bayar partai dan lain-lain, untuk pembangunan rumah sebanyak 16 unit, satu unit rumah sebesar lebih kurang Rp 75 jt,” jelasnya.

AS ketika dikonfirmasi media ini, Selasa 26/04/2022 melalui telfon WahtsApp juga mengarahkan program tesebut dan mengatakan dirinya tidak mengetahui terkait pembanguan.

“Ini yang saya pening dan tidak paham mengenai tentang pembangunan, saya ini cuma meneruskan program ini katena ketua Pokmas meninggal dunia,”Kata AS kepada media ini.

“Kalau di catatan kita gaji sidah dibayar pada saat matan ketua Pokmas apakan sampai atua tidak itu kita tidak tau, saya sudah sampaikan dengan EF untuk bersabar dan pasti kita usahakan untuk membayar dan ini saya juga lagi usahakan cari pinjaman,”Sebutnya.

Disingung mengenai banyak material sisa dari pembangunan diduga di jual dia mengatakan tidak ada sampai ribuan.

AS selaku kadus 01 desa setempat mengatakan,”Kalau sisa batu bata setiap rumah samapi beribu tidak ada, tapi kalau enam ratusan ada, itu lah saya juga heran banyak batu bata hilang kalau lambat di angkat dari pelabuhan batu bata banyak yang hilang dan berkurang,” Tutupnya. ™

Share :

Baca Juga

Hiburan

Penyanyi Asal Selat Panjang, Juara Lomba Karaoke Mandarin Tingkat Internasional

Nasional

Polsek Tualang Gandeng Ponpes Tanam Jagung, Dukung Asta Cita

Kep Meranti

Granat Meranti Diminta Mengisi Materi Pesantren Kilat di Desa Tanah Merah

Kep Meranti

Dua Pemuda Selatpanjang Terkapar Tabrak Tong Sampah

Kep Meranti

Penggantian Sekda Meranti Diduga “Cacat Hukum”

Kep Meranti

Pihak CV. CPM Beri Klarifikasi Terkait Tudingan CV Siluman, Ternyata Hanya Miskomunikasi

Berita

Puluhan Pekerja Forest City Gelar Doa Bersama Untuk Almarhumah Mulya Servia

Berita

Polsek Rangsang Barat Peduli, Puluhan Anak Yatim Diberikan Bantuan dan Santunan
error: Content is protected !!