class="wp-singular post-template-default single single-post postid-263911 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Bangkinang / Berita / Law

Rabu, 8 Oktober 2025 - 13:08 WIB

Sejumlah Kades di Kampar Bandel, Kerugian Negara dari Dana Desa Ditaksir Rp31,8 Miliar

Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan.(F.ist)

Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan.(F.ist)

Bangkinang, Liputankepri.com – Dugaan temuan kerugian negara dalam penggunaan dana desa di Kabupaten Kampar cukup fantastis. Meskipun pernah diekspos oleh media dan pihak Inspektorat Kabupaten Kampar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), namun sejumlah kepala desa terkesan membandel.

Padahal, temuan itu harus ditindaklanjuti paling lama enam bulan. Namun disinyalir, banyak kades yang sampai bertahun-tahun belum mengembalikan uang negara tersebut. Jika tidak ditindaklanjuti selama enam bulan, maka Inspektorat Kabupaten Kampar telah bisa merekomendasikan ke aparat penegak hukum (APH) untuk ditindaklanjuti.

Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan ketika ditanya mengenai adanya dugaan kerugian negara pada penggunaan dana desa (DD) dengan total sebesar Rp 31,8 miliar di sejumlah desa kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/10/2025) awalnya balik bertanya dari mana data tersebut.

Namun setelah dijelaskan awak media, Febrinaldi bersedia melanjutkan keterangannya. Termasuk berbagai upaya yang telah dilakukan Inspektorat dan Dinas PMD agar para kades berkomitmen mengembalikan uang negara tersebut.

Kepada Febrinaldi, wartawan, termasuk awak media cakaplah.com  mengungkapkan bahwa temuan itu berdasarkan hasil laporan pemeriksaan (LHP) yang didapat berdasarkan hasil audit, investigasi sejak tahun 2015 hingga 2021 atau hasil pemeriksaan terakhir tahun 2022.

Jumlah temuan itu adalah uang negara yang wajib dikembalikan oleh auditor, baik oleh kepala desa, bendahara desa, sekretaris desa, perangkat desa, tim pelaksana kegiatan (TPK) maupun oleh pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca Juga :  PT Timah Gelar PJO Summit dan Bimbingan Teknis Keselamatan Pertambangan

Mendengar hal itu Febrinaldi mengaku memang temuan dugaan kerugian negara akibat penggunaan dana desa ini cukup besar. Namun demikian Febrinaldi tetap tidak mau menyebut total jumlah temuan karena dia beralasan, setiap temuan tersebut dalam konteks pembinaan Inspektorat.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketika dia baru pertama menjabat di Inspektorat Kampar pada tahun 2022 lalu dia pernah mengungkapkan bahwa total temuan di Kampar mencapai Rp 31,8 miliar.

Sebelumnya berita ini pernah dimuat di media cakaplah.com pada 31 November 2022. Saat itu Febrinaldi juga mau membuka data siapa saja Kades yang memiliki temuan. Namun pasca terbitnya berita itu, setelah berkonsultasi dengan beberapa pihak, data temuan itu tidak bisa dibuka karena hanya untuk kepentingan internal Inspektorat dalam melakukan pembinaan kepada para kades.

Kepada wartawan Febrinaldi juga minta wartawan memastikan data itu sumbernya dari mana dan di desa mana temuan tersebut agar mereka bisa mengecek hasil pemeriksaan bidang investigasi

Kendati demikian, hal yang cukup mencengangkan adalah ungkapan mantan Kepala Dinas PMD Kampar dimana dari 53 kades yang dilantik pada 6 September 2025 lalu, sebagian masih bermasalah karena mereka juga memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana desa karena adanya temuan selama dia menjabat di periode sebelumnya, atau sebelum mereka diperpanjang masa jabatannya selama dua tahun oleh Menteri Dalam Negeri.

Baca Juga :  Walikota Batam Salurkan Insentif Kepada Para Tokoh Agama

“Dari sebagian mereka memang ada yang belum menindaklanjuti temuan dan mengembalikan uang negara,” jelas Febrinaldi.

Agar para kades ini berkomitmen membayar “temuannya”, pada saat dilantik oleh Bupati Ahmad Yuzar, mereka telah diminta menandatangani pakta integritas di mana selama kurun waktu tiga bulan menjabat, para kades yang memiliki tunggakan agar melunasinya. Dan itu dievaluasi.

Tadi pagi sudah disampaikan Kadis PMD bahwa sudah ada teguran dari Kadis PMD kepada para kepala desa karena sudah berjalan satu bulan.

“Kita kan mengingatkan agar mana yang belum segera ditindaklanjuti, karena memang bupati berharap bagi yang masih memiliki kewajiban segera diselesaikan,” cakap Febrinaldi.

Febrinaldi juga menegaskan, bagi para kades yang terbukti tidak bertanggungjawab, maka harus siap-siap menerima konsekuensi, diantaranya akan direkomendasikan ke aparat penegak hukum (APH).

“APH tentu saja masuk menyelidiki dan melanjutkan,” tegas Febrinaldi.

Surat teguran kades ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan termasuk kemungkinan akan diberi sanksi sampai pemberhentian sementara.

Artinya Kades yang dilantik diminta komitmen apa yang sudah ditandatangan supaya mereka fokus melanjutkan kepemimpinan dua tahun kedepan.

“Kalau hal mesti tak ditindaklanjuti, tidak akan fokus kedepan dalam melaksanakan program kegiatan. sesuai APBDes dan perencanaan,” ungkapnya.

(Tim)

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Berita

Deklarasi Kampung Bebas Narkoba dan Penyerahan Bansos, Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Desa Benteng Hilir

Berita

Tim F1QR Lanal Karimun Amankan 11 PMI Nonprosedural

Berita

Wakil Bupati Kampar Buka Secara Resmi Audisi Bintang Radio Indonesia 2025

Berita

Pemerintah Daerah Dan Provinsi Saling Lempar Terkait Misteri 80 timah PT WPJ Tahun 2014 Di Topang

Berita

Bupati Dan Wakil Bupati Karimun Ikuti Upacara Hut RI Ke 76 Tahun

Berita

Babinsa Tanjung Balai Mendukung Penuh BKR

Berita

Resmi Menyandang Gelar Datuk ‘Wira Lela Setia Negeri’, Kapolda Riau Irjen Moh Iqbal : Syukur Alhamdulillah, Saya Jaga Amanah Secara Maksimal dan Pantang Menyerah
error: Content is protected !!