Liputankepri.com,Jakarta – Penjualan data nasabah yang marak saat ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh pegawai atau mantan pegawai perbankan sendiri. Tetapi ada juga dilakukan oleh ibu rumah tangga.
Ilustrasi: OJK Pernah Beli Data Nasabah untuk Investigasi! (F.Ist)
Direktur Market Conduct Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bernard Widjaja mengatakan dari penyelidikan yang dilakukan oleh OJK di salah satu bank asing di Jakarta diketahui bahwa ada pegawainya yang melakukan penjualan data nasabah.
“Dari informasi kami, kami pernah melakukan pembelian dengan cara diam-diam jadi kami melakukan investigasi kepada salah satu bank asing di Jakarta. Oknumnya itu dia pegawai, biasanya outsourcing pegawai di bank asing itu,” ungkapnya seperti yang dilansir laman Okezone.
Sementara itu, Bernard melanjutkan, untuk pegawai perbankan yang melakukan penjualan data nasabah itu saat ini sudah berhenti bekerja. Jadi data yang didapatkannya saat bekerja diperjualbelikan kepada sesama temannya.
“Setelah dia berhenti atau resign, dia kan masih pegang data. Data yang di keep itulah yang diperjualbelikan dan dia juga punya teman-temannya sesama market tadi, jadi dia saling tukar informasi. Misalnya dia kerja di bank A jadi dia memberikan informasi kepada bank B dan nanti bank B menukar informasi kepada bank A, terus begitu jadi makin banyak yang saling menukar informasi,” tukasnya.***
Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow