class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16084 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured / Karimun

Selasa, 27 Maret 2018 - 12:39 WIB

Tim Gabungan WFQR Amankan Perahu Pancung Diduga Angkut TKI

Liputankepri.com,Batam – Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam dengan Patkamla Sea Rider 2 mengamankan perahu pancung tak bertuan di perairan Nongsa Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (24/3/2018) malam kemarin.

Perahu pancung yang diamankan di posisi koordinat 01 13 606 N-104 5 874 E bermesin Yamaha 200 PK sebanyak dua unit. Hanya saja saat diamankan, tekong perahu sudah tidak berada di pancung tersebut.

Komandan Pangkalan TNI AL Batam, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan mengatakan, penangkapan berawal dengan adanya informasi dari masyarakat dan jaring agen bahwa adanya aktivitas pengangkutan TKI ilegal dari Batam tujuan Malaysia dan sebaliknya.

Baca Juga :  Kaka: Napi Kasus Korupsi Dilarang Ikut Pileg 2019

Dari informasi itulah, selanjutnya Tim WFQR dengan menggunakan Patkamla Sea Rider 2 melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui oleh kapal pengangkut TKI ilegal tersebut.

“Sekitar pukul 19.40 WIB tim berhasil mengamankan perahu pancung tersebut di perairan Nongsa, Batan, Kepulauan Riau,” ungkap Iwan Setiawan di Lanal Batam, Selasa (27/3/2018).

Iwan mengaku saat petugas hendak melakukan penangkapan, tekong sempat melawan hingga akhirnya petugas mengeluarkan tembakan peringatan.

Namun tembakan peringatan tidak diindahkan pelaku dan terus kabur hingga akhirnya perahu pancung tersebut menuju ke arah Pantai Nongsa. Diketahui, para pelaku melarikan diri menuju daratan meninggalkan perahu.

Baca Juga :  Curi Ikan di Natuna,5 Kapal Asal Vietnam Ditangkap

“Saat berhasil ditangkap dan diamankan, perahu dalam keadaan kosong tanpa ABK dan di atas perahu hanya ditemukan barang bukti berupa life jacket 35 buah, drum plastik berisi BBM premium 2 buah dan 13 jeriken bahan bakar premium,” jelas Iwan.

Tim sempat melakukan penyisiran di sepanjang pantai dan daratan Nongsa untuk mengetahui keberadaan para ABK dan TKI Ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia, namun tidak berhasil. “Sampai saat ini Tim Gabungan WFQR IV masih melaksanakan pengembangan terhadap kasus ini. Dan, kami yakin para tekong dan sejumlah TKI ilegalnya masih berada di Batam,” ujar Iwan.*(red)

 

Share :

Baca Juga

Featured

Satkamla Lantamal IV Keluar Sebagai Juara I Lomba Renang Laut dan Dayung Perahu Karet

Batam

Jenguk Pacar Hamil Ternyata Lagi Digenjot Selingkuhan

Berita

Masyarakat Karimun Kecewa Terhadap Kantor Pos Dalam Penyaluran Bantuan Pangan

Batam

Bakamla RI Tangkap 3 Kapal Ikan Ilegal di Selat Malaka

Featured

Renta: Bantu Saya Untuk Sama-Sama Memajukan Karimun 

Featured

Kepala Bappeko Tanjungpinang Diperiksa Penyidik Kejati Soal DBH

Berita

DPRD Kepri: Penanganan Covid-19 di Karimun Berjalan Baik

Batam

Walikota Batam Minta Guru Fokus Siapkan Generasi Terbaik Demi Masa Depan
error: Content is protected !!