Tim WFQR Tingkatkan Pengawasan Jelang Ramadhan

- Jurnalis

Rabu, 17 Mei 2017 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Tanjungpinang – Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno menyatakan akan meningkatkan patroli guna mengawasi aktivitas sindikat TKI ilegal dan juga narkoba yang diperkirakan meningkat jelang Ramadhan.

“Jelang Ramadhan biasanya banyak saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia pulang ke Indonesia. Hal ini sering dimanfaatkan oleh sindikat untuk memulangkan mereka secara ilegal. Selain itu juga pengawasan kemungkinan pengiriman narkoba asal Malaysia ke Indonesia,” kata Kolonel Laut Eko Suyatno di Batam, Selasa.

Pemberantasan narkoba dan TKI ilegal, kata dia sudah menjadi atensi dari Panglima TNI sehingga menjadi prioritas apalagi perairan Kepri menjadi salah satu jalur utama.

“Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) akan terus melakukan patroli. Hal ini tentu juga membutuhkan dukungan dari masyarakat. TKI dan narkoba menjadi perhatian kami,” kata Eko.

Pada 13 Mei, kata dia Tim WFQR sudah menangkap satu kapal bermuatan 14 TKI yang hendak kembali ke Indonesia melalui jalur ilegal. Bahkan nakhoda dan anak buahnya terbukti positif narkoba.

“Jadi masyarakat yang menjadi TKI dimanfaatkan oleh jaringan ini. Mereka dipulangkan secara ilegal ke Indonesia,” kata dia.

Dalam melakukan upaya pemberantasan tindak kejahatan termasuk TKI dan narkoba, kata dia TNI AL juga bekerja sama dengan Singapura dan Malaysia sebagai negara yang berbatasan langsung.

“Kami juga tukar menukar informasi. Kalau ada informasi pasti ditindaklanjuti agar pelanggaran-pelanggaran itu bisa ditekan,” kata Eko.

Pada 13 Mei, Tim WFQR melakukan penangkapan di wilayah Karimun berdasarkan informasi dan ditindaklanjuti oleh petugas yang bergerak cepat melaksanakan operasi hingga akhirnya berhasil menangkap kapal “boat fiber” pada posisi 01° 02′ 821″ U – 103° 26′ 117″ T.

“Boat fiber” tanpa nama bermesin 40 PK dengan tekong berinisial A (44) asal Teluk Uma Leho dan ABK yang berinisial B (33) keduanya merupakan warga Kabupaten Karimun.

Sebanyak 14 TKI di dalamnya selama perjalanan dengan posisi terbaring ditutupi dengan terpal berwarna hijau untuk mengelabui pantauan petugas.

TKI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Teluk Umah  Karimun, Cianjur, Sumedang Jawa Barat, Palembang, Jambi dan Nusa Tenggara Barat. (Ant)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perhitungan Lifting Migas Anambas Wewenang Dirjen Anggaran Kemenkeu RI
Demi Jaga Kamtibmas Tim Raga Polres Kep.Meranti Rutin Laksanakan Patroli KRYD
Kolaborasi Kemanusiaan TNI AL dan PT TIMAH Tbk untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera dan Aceh
Kata Halaman Hadirkan Ruang Baca dan Mewarnai Gratis Setiap Akhir Pekan di Tanjungpinang
Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud
Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Pada RSUP Kepri
Patroli Tengah Malam, Kapolsek Tualang Pimpin Pengecekan Pos Ronda Demi Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
340 Siswa MAN Insan Cendikia Antusias Ikuti Program Police Goes To School

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:47 WIB

Perhitungan Lifting Migas Anambas Wewenang Dirjen Anggaran Kemenkeu RI

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:31 WIB

Kolaborasi Kemanusiaan TNI AL dan PT TIMAH Tbk untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera dan Aceh

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:55 WIB

Kata Halaman Hadirkan Ruang Baca dan Mewarnai Gratis Setiap Akhir Pekan di Tanjungpinang

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:04 WIB

Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 19:31 WIB

Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Pada RSUP Kepri

Berita Terbaru

Advertorial

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

Sabtu, 24 Jan 2026 - 19:04 WIB